Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Hasil tangkapan ikan - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Tingkat konsumsi ikan oleh masyarakat Bantul dinilai masih rendah, jauh di bawah target nasional dan kurang sedikit dari target DIY. Padahal, konsumsi ikan menjadi salah satu strategi dalam penurunan stunting.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul Istriyani, menjelaskan anak stunting disebabkan kurangnya protein hewani, bukan nabati. “Dibutuhkakn protein hewani bagi anak-anak baduta [bawah dua tahun] dan balita [bawah lima tahun], salah satunya di-support dari ikan. Maka posisi ikan sangat strategis dalam penurunan stunting,” ujarnya beberapa waktu lalu.
BACA JUGA : Punya Wahana Baru Kehidupan Bawah Laut, Taman Pintar Edukasikan Pentingnya Makan Ikan
Ia melihat budaya makan ikan di Bantul masih rendah. Berdasarkan data, tingkat konsumsi ikan di Bantul masih di angka 31 kg per kapita per tahun. Angka ini masih separo dari target nasional, yakni 60 kg per kapita per tahun. Sedangkan target DIY yakni 30 kg per kapita per tahun.
Untuk meningkatkan konsumsi ikan, maka ia menggencarkan program Gemar Makan Ikan. Pertama, melalui sosialisasi di berbagai forum yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama ibu rumah tangga. “Ibu itu pahlawan pangan dalam keluarga. Anak jadi suka makan ini-itu karena perilaku ibunya sejak awal,” katanya.
Ia juga telah menyampaikan kepada dukuh-dukuh untuk mengimbau kepada warga agar ketika menggelar hajat atau kegiatan serupa agar memakai ikan sebagai ganti ayam. “Biasanya pakai ayam potong separo, besok pakai ayam potong kecil, yang dibesarkan ikannya,” ungkapnya.
Konsumsi ikan menurutnya juga tidak perlu mahal, karena banyak jenis ikan yang harganya lebih murah dibanding daging ayam. “Lele sekilo Rp25.000, ayam sekilo Rp34.000. Nila Rp35.000 sekilo. Ga perlu ikan laut, Ikan-ikan yang murah saja,” kata dia.
Di lingkungan Pemkab Bantul, program ini juga menyasar para Aparatur Sipil negara (ASN), dengan menginstruksikan penggunaan ikan ketika rapat di hari senin. “Sudah ada SE [surat edaran] 2022, itu untuk mengkonsumsi makan ikan,” katanya.
BACA JUGA : Serunya Lomba Kreasi Masak Ikan Nusantara di Harian Jogja
Tahun depan, ia merencanakan sosialisasi Gemar Makan Ikan ini juga mulai masuk ke sekolah-sekolah, terutama SD. “Supaya kalau anak sekolah sudah senang ikan, di rumah dia akan minta ke ibunya. Terutama anak SD, karena biasanya manut banget sama gurunya,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Polisi menangkap dua pelaku pencurian Rp14,5 juta dari laci SPBU Salaman, Magelang. Keduanya dibekuk enam hari setelah kejadian.
Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk sejenak melepas penat, berkumpul bersama orang-orang terdekat, sekaligus menikmati hidangan yang menggugah selera.
Turis Eropa ke Sleman naik 50% saat high season. HPI Sleman menyoroti destinasi yang mendadak tutup dan aturan booking wisata.
Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk mendorong efisiensi biaya transaksi
KPK menyebut status residivis Fahd Arafiq dapat menjadi pertimbangan pemberatan hukuman setelah tiga kali terjerat perkara korupsi.