Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Suasana penyelarasan akhir pembangunan Embung Giwangan bagian area masuk dan perkantoran yang masih dikerjakan./Istimewa-DPUPKP Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Program pembangunan Embung Giwangan sudah mencapai 75%. Hingga Selasa (14/11/2023), ada tiga objek pembangunan yang sudah rampung dikerjakan, yaitu gedung perkantoran, panggung terbuka, dan area parkir.
Sisa pembangunan yang sedang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) tinggal penyelarasan akhir seperti pemasangan instalasi listrik, tata cahaya dan lampu, hingga plesteran serta pengecatan bangunan yang sudah dibangun. “Targetnya selesai pada 22 Desember mendatang,” kata Kepala Bidang Penataan Bangunan DPUPKP Jogja, Fakhrul Nur Cahyanto, Selasa siang.
Fakhrul menjelaskan gedung perkantoran yang dibangun berfungsi untuk operasional Embung Giwangan seperti penjualan tiket, kantor manajemen, hingga penunjang fungsi-fungsi administratif lain di area itu. “Sementara panggung terbuka untuk menunjang kegiatan-kegiatan di Embung Giwangan nantinya, kapasitas penonton panggung terbuka ini sekitar 500 orang, kursi duduk sudah terbangun seluruhnya,” jelasnya.
Sementara area parkir, jelas Fakhrul, juga sudah mumpuni di mana sebelumnya tanah biasa kini sudah dibangun konblok dimana kapasitasnya dapat menampung 3.000 motor dan 20 mobil. “Area parkir ini di dalam Embung Giwangan untuk menunjang pengunjung yang datang,” terangnya.
BACA JUGA: Catat! Ini Dua Proyek di Kota Jogja Pakai Danais Senilai Rp43 Miliar
Pengerjaan proyek Embung Giwangan, lanjut Fakhrul, berjalan lancar sesuai perencanaan. “Kalau lihat jadwal target bahkan bisa rampung sebelum itu, semuanya selama ini lancar pengerjaannya,” ucapnya.
DPUPKP tidak berhenti dalam pembangunan tiga objek itu saja, sambung Fakhrul, direncanakan ada pembangunan tambahan untuk 2024 mendatang. “Kami sudah menyusun rencana pembangunan Embung Giwangan untuk 2024, rencananya ada pembangunan gedung graha budaya untuk indoornya. Setelah tahun ini panggung terbuka, tahun depan gedung pertunjukan indoor. Tetapi masih menunggu persetujuan DPRD Jogja,” ungkapnya.
Pembangunan gedung graha budaya, menurut Fakhrul, juga jadi aspirasi Dinas Kebudayaan yang jadi penanggung jawab utama Embung Giwangan. “Fungsi perencanan pembangunan gedung graha budaya ini untuk melengkapi fasilitas Embung Giwangan agar makin representatif dan menunjang kegiatan-kegiatan di Kota Jogja di sisi selatan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.