Izin Klinik KDMP Tamanmartani Masih Berproses di Dinkes Sleman
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Seorang pekerja sedang melakukan pengecoran lantai Jembatan Glagah di Kalurahan Glagah, Temon, Kulonprogo pada Selasa (21/11/2023). Jembatan yang menghubungkan Kalurahan Glagah dan Karangwuni tersebut diperbaiki sejak Agustus lalu. Saat ini proses pengerjaan mencapai 70%. Dengan begitu setidaknya akses jembatan mulai dibuka pertengahan bulan Desember 2023.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rehabilitasi Jembatan Glagah telah masuk tahap pengecoran lantai jalan. Setelah pengecoran beton selesai, lantai jalan masih akan dilapisi aspal untuk mengurangi pengikisan akibat gesekan dengan roda kendaraan. Akses mulai dibuka setidaknya awal bulan Desember 2023.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN 1.1 Provinsi DIY, Ersy Perdhana, mengatakan progres rehabilitasi jembatan sudah mencapai 70%.
“Sudah sekitar 70 persen progresnya. Jalan sudah dicor, baru setengah di sisi Timur. Tinggal setengah lagi. Ketebalan beton 25 sentimeter. Kami kejar awal bulan Desember ini jadi. Paling telat pertengah Desember lah,” kata Ersy dihubungi, Selasa (21/11/2023).
Ersy menambahkan setelah pengecoran selesai, lantai beton tersebut masih akan dilapisi aspal. Akses jembatan tersebut mulai dibuka setidaknya pada pertengahan bulan Desember 2023. Dengan begitu tingginya intensitas lalu lintas kendaraan dapat dipecah menjelang perayaan natal dan tahun baru (nataru).
“Anggaran rehabilitasi Jembatan Glagah akhirnya kemarin itu sekitar Rp3,3 miliar. Soalnya banyak tiang pancang yang keropos,” katanya.
Rehabilitasi tersebut mencakup penggantian pelat jalan dan penguatan kerangka sampai pengencangan baut jembatan. Di bagian bawah jembatan juga diberi tambahan besi agar kerangka jembatan lebih kuat.
Dia melanjutkan Jembatan Glagah merupakan jembatan kelas B. Padahal status jembatan tersebut sudah berganti menjadi jalan nasional. Kata Ersy, jembatan yang menjadi jalan nasional seharusnya masuk kelas A.
Atas dasar tersebut, kata Ersy saat ini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY sedang melakukan studi atau kajian kemungkinan pembangunan jembatan baru di samping Jembatan Glagah. Jembatan tersebut merupakan jembatan kelas A.
BACA JUGA: Polres Bantul Bakal Tindak Kereta kelinci dan Mobil Odong Odong di Jalan Raya
“Jembatan Glagah itu [spesifikasinya] masih di bawah yang disyaratkan. Padahal jalan nasional masuknya yang seharusnya kelas A,” ucapnya.
Inspektor Lapangan Konsultan Supervisi Proyek Jembatan Glagah, Nur Sugiyanto, mengatakan pengecoran masih akan dilanjutkan karena baru sebagian jalan yang selesai.
“Pengecoran masih separuh jalan. Setelah dicor semua nanti masih akan dilapisi aspal soalnya kalau tidak diaspal nanti [lantai beton] tidak ketemu dengan bagian existing,” kata Nur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat