JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Ilustrasi suasana kawasan Pantai Gesing di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul memastikan rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Kawasan Pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang batal terlaksana tahun ini. Usulan pebangunan sudah diajukan melalui Dana Keistimewaan, tetapi belum mendapatkan persetujuan dari Pemda DIY.
Sub Koordinasi Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Dwi Wiyani mengatakan sudah menyiapkan rencana pembangunan TPS 3R di Kawasan Pantai Gesing.
Hal ini sejalan dengan potensinya yang bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir barat Gunungkidul karena adanya rencana pengoperasian Pelabuhan Gesing di 2024.
Selain itu, perkembangan wisata di Kawasan tersebut juga tumbuh pesat karena adanya destinasi wisata seperti Puncak Segoro, HeHa Ocean View, Teras Kaca dan lain sebagainya. Perkembangan ini harus diantisipasi, salah satunya menyediakan TPS.
Meski demikian, ia mengakui usulan pembangunan senilai Rp1 miliar melalui Danais belum bisa direalisasikan. “Belum ada acc [persetujuan] dari Danais yang dikelola sehingga belum bisa terlaksana di tahun ini maupun di 2024,” katanya, Kamis (23/11/2023).
Wiwik memastikan program tetap akan dijalankan. Salah satunya dengan mengajukan usulan pembangunan melalui danais di 2025. Untuk pembangunan, dia mengakui sudah menyiapkan lahan sekitar 3.000 meter persegi di Kalurahan Girikarto, Panggang. “Tinggal membangun karena lahannya sudah ada. Tetapi, untuk keuangan daerah masih terbatas sehingga meminta bantuan ke PemdaDIY,” ujarnya.
BACA JUGA: Dua TPS 3R Dikembangkan di Jogja, Pembangunan Mulai Tahun Depan
Wiwik mengungkapkan, pembangunan TPS 3R di Kawasan Pelabuhan Gesing sebagai upaya antisipasi dampak negatif dari pesatnya perkembangan wisata dan pengoperasian Pelabuhan. “Jadi dilengkapi fasilitas TPS sehingga tidak kebingungan untuk membuang sampah dari sisa hasil usaha,” katanya.
Dukuh Bolang, Girikarto, Sukirjo mengatakan, wilayahnya bakal lebih maju karena adanya Pembangunan Pelabuhan Gesing. Meski sempat molor, tetapi proses sudah bagus dikarenakan bentuk Pelabuhan hingga fasilitas pendukung seperti perkantoran sudah dibangun.
Dia menyakini, pembangunan akan segera selesai sehingga keberadaan pelabuhan bisa menjadi pengungkit untuk peningkatan perekonomian di masyarakat. “Bisa saling melengkapi karena pariwisata di Kawasan Gesing juga berkembang pesat. Mudah-mudahan dengan adanya pelabuhan bisa tambah maju lagi,” katanya.
Itulah sebabnya, Dana Keistimewaan diperlukan pula untuk pengembangan kawasan tersebut. Tak terkecuali untuk fasilitas pengelolaan sampahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.
Komdigi memberi batas 28 September 2026 bagi operator untuk menyediakan perlindungan sisa kuota internet sesuai putusan MK.
TPA Putri Cempo Solo terbakar pada Rabu malam. Petugas pemadam dikerahkan dari sisi utara dan barat untuk menangani kebakaran.
KY merespons desakan moratorium seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 serta menegaskan mandat konstitusional tetap dijalankan.
Kunjungan wisatawan ke Kaliurang mencapai 417.291 orang hingga Agustus 2026, dengan jumlah tertinggi tercatat pada Mei.