Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Polres Bantul./ Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL–Kasus kenakalan remaja cukup tinggi di Kabupaten Bantul. Polres Bantul mendorong orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan kasus kenakalan remaja di Kabupaten Bantul cukup tinggi. Berdasarkan data Polres Bantul ada 14 kasus kejahatan yang melibatkan remaja dari Januari-Mei 2023. Dari kasus tersebut, 16 remaja ditetapkan sebagai pelaku yang berhadapan dengan hukum.
Jeffry menilai libur Nataru terutama menjelang malam pergantian tahun merupakan waktu rawan terjadi peningkatan kasus kejahatan. Beberapa kejadian yang rawan terjadi antara lain kejahatan jalanan, tawuran, dan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan remaja. Sehingga dia mendorong orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak untuk mengantisipasi kenakalan remaja.
“Selama liburan usai terima rapor, kami imbau kepada orang tua dapat lebih banyak memperhatikan anaknya. Karena kita tentu tidak ingin pada masa libur ini, digunakan untuk hal-hal yang tidak positif,” katanya melalui telepon Rabu (13/12/2023).
BACA JUGA: Antisipasi Kejahatan Jalanan, Polres Bantul Gelar Blue Light Patrol
Menurut Jeffry upaya pencegahan kenakalan remaja, terutama kejahatan jalanan, perlu sinergi dari berbagai pihak antara lain kepolisian dan orang tua. Menurut dia, orang tua dapat berperan dengan meningkatkan pengawasan terhadap anaknya, sehingga kenakalan remaja tidak terjadi kembali.
“Untuk itu peran serta orang tua sangat kami harapkan disini untuk bisa memantau anaknya. Bila perlu jangan beri izin anak keluar rumah hingga dini hari saat malam pergantian tahun tersebut. Ajak mereka melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat,” katanya.
Sementara Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyampaikan beberapa kenakalan remaja terjadi di luar jam sekolah, terutama saat malam hari. Dia pun mengimbau peran orang tua mengawasi aktivitas anak di waktu tersebut.
“Semestinya orang tua opyak saat anaknya tidak ada [dirumah] di [saat] jam malam, dijam belajar, orang tua harusnya perlu, ngaruhke,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.