Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Sapi, hewan ternak. - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bantul saat ini sudah tidak memiliki kasus penyakit ternak Lumpy Skin Disease (LSD), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta antraks. Pengawasan di lalu lintas hewan tetap ketat untuk mencegah masuknya penyakit dari luar daerah.
Kepala Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan untuk antraks, di Bantul belum pernah terjadi. “Yang sudah itu di Kabuptaen tetangga, seperti Kulonprogo, Gunungkidul, Sleman,” katanya, Jumat (15/12/2023).
Sedangkan untuk PMK dan LSD di Bantul juga sudah tidak ditemukan di Bantul. “PMK dan LSD di Bantul sudah tidak ada. Memang kemaren ada cukup banyak, akhirnya mendapat ganti rugi Rp10 juta per ekor, jumlahnya hampir 200 ekor. LSD juga sudah tidak ada,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi masuknya penyakit dari luar daerah, dilakukan pengawasan masuknya ternak. “Kami ada puskewan 10 titik yang tersebar di 17 kapanewon, masing-masing puskeswan ada dokter hewan, petugas paramedis. Kemarin ada vaksinasi dan disinfektan,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melonjak, Dinas Kesehatan Pastikan di Gunungkidul Masih Nol Kasus
Pengawasan juga dilakukan di pasar hewan di Bantul sebagai tempat masuknya hewan ternak dari berbagai daerah. Pasar hewan besar di Bantul yakni Pasar Hewan Imogiri dengan pasaran legi. Sekali pasaran sapi yang masuk sekitar 700 ekor. “Makanya kami juga mengawasi di sana, ada puskeswan. Ternak masuk diperiksa dari puskeswan,” kata dia.
Meski demikian penyakit ternak yang masih sering ditemukan yakni cacing hati. Sayangnya penyakit ini tidak diketahui gejalanya ketika hewan masih hidup. Baru diketahui saat disembelih. Penyakit ini biasanya disebabkan pakan sapi yang masih terdapat keong sebagai media telur cacing hati.
“Itu bisa diobati sebetulnya. Ada berbagai macam jenis obat cacing. Tapi ciri-ciri sapi yang kena cacing hati kita tidak bisa lihat. Makanya sebagai peternak harus rutin pengobatan cacing. Paling enggak tiga atau empat bulan sekali,” ujarnya.
Berbagai penyakit ternak ini perlu menjadi perhatian karena di Bantul, banyak masyarakat yang perekonomiannya dari kambing dan sapi. “Di sini banyak kuliner yang bahanya dari ternak luminansia kecil, seperti sate. Untuk sapi di sini ada 30 lebih jagal yang memotong sapi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KPAI menerima 426 kasus anak sepanjang Januari-April 2026 dengan dominasi kekerasan fisik, psikis, dan kejahatan seksual.