Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19, Dinkes Bantul Minta RS Siapkan 10 Persen Tempat Tidur

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 21 Desember 2023 17:17 WIB
Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19, Dinkes Bantul Minta RS Siapkan 10 Persen Tempat Tidur

Ilustrasi Covid-19. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Sejak adanya peningkatan kasus Covid-19 di Bantul, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mulai mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

“Dari semua rumah sakit [RS] di Bantul ada kewajiban [menyediakan] 10 persen dari tempat tidur untuk ruang isolasi. Ini sudah dilakukan untuk ruang isolasi, ini didedikasikan untuk penanganan Covid-19 bila ada peningkatan kasus,” kata Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara dalam Jumpa Pers Persiapan Nataru di Ruang Bupati Bantul, Kamis (21/12/2023). 

Selain itu, menurut Agus, masyarakat juga dapat mengakses pelayanan vaksinasi di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) selama Nataru.

Beberapa faskes yang menyediakan layanan vaksin antara lain RSPAU Dr. Suhardi Hardjolukito, Puskesmas Imogiri, Puskesmas Bantul I, Puskesmas Sanden, Puskesmas Pundong, Puskesmas Pleret, dan Puskesmas Bambanglipuro. 

Dia pun memastikan persediaan vaksin di Bantul saat ini mencukupi, yaitu ada 850 dosis vaksin Inavac. Apabila persediaan vaksin tersebut hampir habis, maka pihaknya akan mengajukan tambahan vaksin ke Dinkes DIY. 

Saat ini menurutnya masih ada 13 pasien Covid-19. Sebagian dari jumlah tersebut masih menjalani isolasi di RS, dan sebagian lainnya isolasi mandiri di rumah masing-masing. 

Dia pun memastikan puskesmas tetap memberikan pelayanan gawat darurat 24 jam saat libur nasional, sementara saat cuti bersama akan tetap buka. Sementara pelayanan di RS saat cuti bersama akan mengikuti kebijakan manajemen masing-masing. 

BACA JUGA: Mencegah Lonjakan Covid-1, Dinkes DIY Segera Pasok Stok Vaksin ke Kabupaten Kota

Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengimbau agar masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mengantisipasi peningkatan kasus. 

“Mudah-mudahan tidak memasuki masa darurat Covid-19, karena dalam libur Nataru kita mengimbau terutama petugas yang berisiko tinggi yang ada di RS, puskesmas, kita himbau agar lebih ketat dalam melindungi diri menggunakan masker,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online