Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Saat ini, penyusunan RPJPD tersebut masuk pada tahap rancangan awal. RPJPD itu akan berfokus pada 10 isu penting.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian mengatakan mengatakan isu strategis dalam rancangan awal RPJPD 2025-2045 mencakup 10 isu.
“Pertama, berkaitan dengan optimalisasi ketahanan pangan untuk mendukung kehidupan ekonomi layak lalu pengurangan kemiskinan dan ketimpangan antarwilayah dan antarkelompok pendapatan,” kata Arif ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (28/12/2023).
Selain itu masih ada upaya mewujudkan ekonomi hijau untuk mendorong transformasi ekonomi. Kemudian meningkatkan kualitas SDM unggul dalam bingkai Keistimewaan DIY; optimalisasi pengembangan tekonologi informasi menuju good governance; dan peningkatan kualitas lingkungan hidup; juga pengendalian alih fungsi lahan.
Tiga isu terakhir yaitu mengenai isu ketahanan bencana dan adaptasi perubahan iklim; pemerataan infrastruktur sehingga mencapai universal akses; dan perwujudan energi hijau.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan RPJPD 2025-2045 akan memberikan arah dan pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan pembangunan daerah yang integral dengan tujuan nasional.
Sunaryanta menambahkan penyelarasan RPJPD dengan tujuan pembanguan berkelanjutan (TPB) menjadi wujud pendekatan holistik, integratif, dan tematik dalam mencapai tujuan pembanguan tersebut.
Selain itu juga menumbuhkan perekonomian inklusif dan mewujudkan kelestarian lingkungan dalam pembangunan 20 tahun ke depan.
Dengan begitu visi RPJPD 2025 - 2045 yaitu Gunungkidul yang Bermartabat, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan Tahun 2045.
BACA JUGA: Petakan Pembangunan Gunungkidul 20 Tahun ke Depan, Bupati: Jangan Cuma Copy Paste!
Adapun, misi RPJPD yaitu pertama, Mewujudkan Transformasi Sosial, Ekonomi dan Tata Kelola, serta Peningkatan Daya Saing dan Kualitas Hidup Masyarakat dalam Kebudayaan yang Lestari; dan yang kedua, Mewujudkan Kesinambungan Pembangunan yang Berkelanjutan dan Berkeadilan.
Menurut Sunaryanta, rancangan awal tersebut dibuat sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dengan 203 indikator Tujuan Pembanguan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) yang secara efektif mengatasi tantangan mendesak yaitu penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemenuhan kebutuhan dasar, antisipasi perubahan iklim, dan isu-isu pembangunan berkelanjutan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.