DPRD Jogja Minta Kantong Parkir Siap Sebelum Malioboro Full Pedestrian
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah kasus penyalahgunaan narkotika dan psikotropika di Bantul pada 2023 mengalami peningkatan ketimbang tahun lalu.
“Kasus penyalahgunaan narkoba pada periode 2022 terjadi 104 kasus, sementara di 2023 terjadi kenaikan menjadi 129 kasus [orang tersangka yang ditangkap],” kata Kapolres Bantul, AKBP Michael R. Risakotta dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2023 di Mapolres Bantul, Jumat (29/12/2023).
Dari jumlah tersebut, kata Michael, terdiri dari 74 orang pengedar, dan 55 orang pemakai yang sudah ditangkap. Sementara berdasarkan jenisnya, terdiri dari 43 kasus psikotropika, dan 12 kasus narkotika, dan 74 kasus obat berbahaya.
Adapun, barang bukti yang disita, terdiri dari ganja seberat 975,5 gram, psikotropika sebanyak 2.861 tablet, obaya sebanyak 259.992 butir, tembakau super 3,13 gram, dan sabu seberat 0,76 gram.
Dia menyampaikan tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bantul disebabkan karena beberapa faktor antara lain kurangnya pengawasan dari keluarga. “Penyalahgunaan narkoba kadang ada kurangnya kontrol dari keluarga, apalagi anak-anak muda sekarang mungkin dari pergaulan dia secara sembunyi-sembunyi melakukan konsumsi narkoba, menjadi seperti gaya hidup,” ujarnya.
Menurut dia, Polres Bantul telah melakukan upaya preemtif untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba. Pihaknya pun telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait dampak penyalahgunaan narkoba.
BACA JUGA: 24 Mahasiswa di Sleman Direhab sepanjang 2023, Ini Jenis Narkoba yang Paling Banyak Dipakai
Saat ini, lanjut Michael, Polres Bantul telah membentuk Kampung Tangguh Bebas Narkoba untuk menekan angka peredaran narkoba di masyarakat. “Pada kampung itu ada kegiatan Pam Swakarsanya dia berkoordinasi dengan Polres [Bantul] dan lebih aware terhadap peredaran narkoba, baik transaksi maupun pendatang baru yang mencoba masuk di wilayah Jogja, khususnya Bantul,” ujarnya.
Selain itu, Polres Bantul juga bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bantul untuk melakukan operasi gabungan.
Sementara Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Jeffry Prana Widnyana menyampaikan penggunaan pil sapi yang masih marak ditemukan dikalangan remaja. Pihaknya pun berupaya melakukan penindakan dengan melakukan patroli dan melakukan razia pengecekan barang bawaan untuk mengantisipasi peredarannya. “Namun yang terutama adalah upaya pencegahan, kami sosialisasi ke sekolah-sekolah dan kalurahan tentang bahaya narkoba,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 90% dan ditargetkan fungsional saat libur Nataru 2026/2027.
Bek PSIM Jogja, Franco Ramos akan memulai musim menyandang sebagai kapten utama tim. Bek asal Argentina tersebut mengaku siap mengemban tanggung jawab lebih bes
Jadwal lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda menghadapi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh di fase grup yang seluruhnya digelar di SUGB
Korea Selatan akan memindahkan sekitar 350 institusi publik dari Seoul mulai 2027. Sejong diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan baru untuk mendukung pemerata