37 SD di Bantul Direvitalisasi, Enam Sekolah Mulai Dibangun
Sebanyak 37 SD di Bantul mendapat program revitalisasi 2026. Enam sekolah telah mulai mengerjakan pembangunan.
Petugas menjajal mesin pengolah sampah di TPST Tamanmartani, Sleman. - ist/DPRD Sleman
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mengingatkan kepada seluruh pemerintah kabupaten kota di wilayahnya untuk segera mengeksekusi program desentralisasi sampah di wilayah masing-masing.
Program yang dulunya hanya diperuntukkan bagi Jogja, Sleman dan Bantul itu kini sudah menyasar seluruh kabupaten termasuk Kulonprogo dan Gunungkidul.
Sekretaris Daerah DIY Benny Suharsono mengatakan, Gunungkidul dan Kulonprogo sudah lebih awal melaksanakan program itu. Selanjutnya ada Sleman yang dalam waktu dekat akan deklarasi pengolahan sampah untuk bahan baku pengganti batu bara. Sementara Bantul selain pengolahan dari kalurahan juga ada TPS3R.
BACA JUGA: DLH Bantul Optimalkan Pengolahan Sampah 2024 Melalui TPST dan TPS3R
"Kami minta diakselerasi selambatnya di triwulan 2 2024 sudah bisa mengatasi sampahnya sendiri," kata Beny, Rabu (3/1/2024).
Menurut Beny, hanya tinggal Kota Jogja yang perlu didampingi secara berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah di wilayahnya. Pihaknya berharap agar sejumlah TPS yang sudah direncanakan sejak dulu untuk mendukung pengelolaan sampah bisa segera dioperasikan yakni TPS Karangmiri dan TPS Nitikan.
"Harapannya, progres triwulan 2 teratasi. Karena TPA Piyungan transisi 2 dengan tonase dibatasi seperti sekarang akan mampu maksimal menampung sampah Jogja, Bantul dan Sleman sampai dengan April 2024 saja," kata Beny.
Sampai sekarang kuota pembuangan sampah ke TPA Piyungan terus dikurangi oleh Pemda DIY. "Awal Desember sampai pertengahan kuota masih cukup tinggi. Kita kurangi misalnya dari 150 ton ke 135 ton. Otomatis sisanya harus diolah sendiri. Kalau dilepas sampai 850 ton per hari gak sampai April sudah tutup transisi 2," jelasnya.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mendorong kabupaten kota untuk fokus penyelesaian sampah di sektor hulu. Apalagi di masa libur panjang akhir tahun lalu kenaikan volume sampah baik sampai 20%. Dengan prakiraan masa pakai TPA Piyungan yang tak lama lagi maka penyelesaian masalah sampah harus dilakukan dengan maksimal dan dalam waktu dekat.
"Kuncinya memang ada di wilayah dengan desentralisasi mandiri pengelolaan sampah. Kalau kabupaten kota sudah tak lagi membuang sampah ke Piyungan, maka kita diskusikan lagi untuk penataannya," kata Kusno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 37 SD di Bantul mendapat program revitalisasi 2026. Enam sekolah telah mulai mengerjakan pembangunan.
Kemendag menargetkan Indonesia Shopping Festival 2026 mencatat transaksi Rp38 triliun dengan 407 pusat belanja dan diskon hingga 80 persen.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi