Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Pemilu Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—KPU Kota Jogja mengumumkan daftar Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk seluruh TPS dalam Pemilu 2024 di Kota Jogja. Sebesar 40 persen dari anggota KPPS terdaftar merupakan generasi muda.
Ketua KPU Kota Jogja, Noor Harsya Aryo Samudro menjelaskan pengumuman KPPS sudah dilakukan pada 30 Desember 2023 lalu, dilanjutkan dengan tanggapan masyarakat pada 1-3 Januari 2024. “Sekarang kami melakukan persiapan penetapan seluruh KPPS pada 25 Januari 2024,” ujarnya, Rabu (3/1/2024).
Total jumlah personel KPPS Kota Jogja sebanyak 9.086 yang tersebar di 1.298 TPS. Dari jumlah tersebut, sekitar 40% merupakan generasi muda. “Kami bisa melihat antusiasme generasi muda sewaktu pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan, tampak anak muda yang ikut,” katanya.
Antusiasme generasi muda ini menurutnya merupakan angin segar bagi KPU Kota Jogja karena sesuai dengan kebutuhan KPPS yang akan menggunakan teknologi informasi. Setiap TPS setidaknya dibutuhkan dua KPPS yang melek teknologi informasi.
BACA JUGA: Desa Wisata Dipromosikan dengan Tagline Bantul The Original Mataram
“Dua KPPS di setiap TPS kami harapkan memiliki kemampuan menggunakan teknologi informasi dengan handphone dan sistem informasi terbaru, bisa instal aplikasi sistem rekapitulasi suara KPU, terlatih memasukkan data, sudah terliterasi dengan gadget sehingga ketika mengunggah, mengunduh dan mengisi data bisa mudah,” ungkapnya.
Meski demikian, rekapitulasi pemungutan suara tetap manual menggunakan plano (kertas lembar utuh) yang nanti disalin menjadi hasil pungut. “Nanti dari hasil plano itu kemudian untuk alat bantu sistem informasi rekapitulasi, jadi untuk alat bantu saja [teknologi informasi], bukan yang utama,” kata dia.
Seluruh KPPS akan mendapat pembekalan resmi setelah penetapan KPPS pada 25 Januari 2024 besok. “Tapi kami juga melakukan pra Bimtek di seluruh Kota Jogja dengan kelas kecil yang bisa masuk melalui kampung, kelurahan. Itu bisa menjadi bekal bimtek formal,” ujarnya.
Pembekalan dilakukan tidak hanya sekali-dua kali untuk benar-benar memastikan seluruh KPPS memahami apa yang mesti dikerjakan. “Agar mereka memahami regulasi, mau membaca dan memahami, ketika melaksanakan sudah memiliki panduan pelaksanaan. Karena regulasinya juga berbeda dengan 2019,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.