Gunungkidul Miliki Bangsal Pascapanen Senilai Rp415 Juta

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 11 Januari 2024 22:07 WIB
Gunungkidul Miliki Bangsal Pascapanen Senilai Rp415 Juta

Petani menyiapkan lahan di lahan Padukuhan Gading I, Kalurahan Gading, Playen, Gunungkidul pada Sabtu (7/1/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kelompok Wani Tani (KWT) Agung Rejeki Bedil Wetas, Kalurahan Rejosari, Semin, Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) DIY. Bantuan yang disalurkan melalui DPP setempat tersebut berupa Bangsal Pascapanen dan Pengolahan Komoditas Hortikultura senilai Rp415 juta.

Ketua KWT Agung Rejeki Bedil Wetan, Ngatinem mengatakan nilai total yang diterima KWT dari DPP DIY sebesar Rp415 juta direalisasikan untuk pembangunan Bangsal Paska Panen serta pengadaan sarana prasarana paska panen dan pemasaran.

Dia menegaskan bangsal tersebut akan dimanfaatkan sebagai pengolahan hasil hortikultura agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Fasilitas tersebut akan memudahkan dan mempercepat proses produksi. Manafaatnya besar karena sampai saat ini, produk hasil olahan KWT telah dipasarkan di swalayan dan toko oleh-oleh selain di toko online.

“Produk unggulan kami itu olahan pisang, selain itu juga kacang mete, biasanya kami kalau sangrai kacang itu pakai pasir, sekarang ada mesin bisa sampai sepuluh kilo untuk sekali menggoreng," kata Ngatimen dalam keterangan tertulis.

Baca Juga

Hujan Turun, Muncul Harapan di Pertanian Gunungkidul

Gunungkidul Butuh Regenerasi Petani

Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Gunungkidul Terancam Gagal Tanam

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan Bangsal Paska Panen itu merupakan satu-satunya di Kabupaten Gunungkidul.

“Sebab itu mohon dijaga dan dirawat serti dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan ekonomi,” kata Sunaryanta.

Sunaryanta mengaku kemasan produk yang dihasilkan KWT Agung Rejeki Bedil Wetan memiliki tampilan dan kualitas bagus. Dia berharap produk-produk tersebut dapat dipasarkan ke berbagai swalayan, kawasan wisata baik dalam maupun luar kabupaten.

“Kemasannya sudah bagus dan izin-izinnya juga sudah lengkap. Harapan saya pemasarannya ini juga baik," katanya.

Pensiunan TNI AD tersebut juga menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke beberapa kelompok tani (KT) seperti hand sprayer dan hand tractor.

Lurah Rejosari, Sunarto mengatakan bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas UMKM lokal dalam memproduksi olahan hortikultura.

“Dengan bantuan rumah produksi yang representatif ini bermanfaat untuk pengolahan produksi," kata Sunarto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online