130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Petani menyiapkan lahan di lahan Padukuhan Gading I, Kalurahan Gading, Playen, Gunungkidul pada Sabtu (7/1/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kelompok Wani Tani (KWT) Agung Rejeki Bedil Wetas, Kalurahan Rejosari, Semin, Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) DIY. Bantuan yang disalurkan melalui DPP setempat tersebut berupa Bangsal Pascapanen dan Pengolahan Komoditas Hortikultura senilai Rp415 juta.
Ketua KWT Agung Rejeki Bedil Wetan, Ngatinem mengatakan nilai total yang diterima KWT dari DPP DIY sebesar Rp415 juta direalisasikan untuk pembangunan Bangsal Paska Panen serta pengadaan sarana prasarana paska panen dan pemasaran.
Dia menegaskan bangsal tersebut akan dimanfaatkan sebagai pengolahan hasil hortikultura agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Fasilitas tersebut akan memudahkan dan mempercepat proses produksi. Manafaatnya besar karena sampai saat ini, produk hasil olahan KWT telah dipasarkan di swalayan dan toko oleh-oleh selain di toko online.
“Produk unggulan kami itu olahan pisang, selain itu juga kacang mete, biasanya kami kalau sangrai kacang itu pakai pasir, sekarang ada mesin bisa sampai sepuluh kilo untuk sekali menggoreng," kata Ngatimen dalam keterangan tertulis.
Baca Juga
Hujan Turun, Muncul Harapan di Pertanian Gunungkidul
Gunungkidul Butuh Regenerasi Petani
Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Gunungkidul Terancam Gagal Tanam
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan Bangsal Paska Panen itu merupakan satu-satunya di Kabupaten Gunungkidul.
“Sebab itu mohon dijaga dan dirawat serti dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan ekonomi,” kata Sunaryanta.
Sunaryanta mengaku kemasan produk yang dihasilkan KWT Agung Rejeki Bedil Wetan memiliki tampilan dan kualitas bagus. Dia berharap produk-produk tersebut dapat dipasarkan ke berbagai swalayan, kawasan wisata baik dalam maupun luar kabupaten.
“Kemasannya sudah bagus dan izin-izinnya juga sudah lengkap. Harapan saya pemasarannya ini juga baik," katanya.
Pensiunan TNI AD tersebut juga menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke beberapa kelompok tani (KT) seperti hand sprayer dan hand tractor.
Lurah Rejosari, Sunarto mengatakan bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas UMKM lokal dalam memproduksi olahan hortikultura.
“Dengan bantuan rumah produksi yang representatif ini bermanfaat untuk pengolahan produksi," kata Sunarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.