Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana audiensi rencana perbaikan jalan rusak di Kalurahan Banyuroto yang mengganggu pembelajaran SDN Wonorejo II, Rabu (17/1/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rusaknya ruas Jalan Banyuroto-Nanggulan yang sempat didemo warga sekitar akhir 2023 lalu akhirnya akan diperbaiki pada tahun ini. Kerusakan jalan itu tak hanya mengganggu pengendara tapi siswa di SDN Wonorejo II karena debu akibat jalan rusak dan lalu lalang truk tambang di sekitar lokasi.
Perbaikan jalan rusak itu disampaikan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo saat beraudiensi dengan warga Kalurahan Banyuroto, Rabu (17/1/2023). Permintaan perbaikan jalan oleh warga itu sepanjang satu kilometer, tetapi anggaran DPUPKP hanya memungkinkan untuk 150 meter.
Alasan keterbatasan anggarna itu pun lantas diterima oleh warga Banyuroto. "Kesepakatannya tadi perbaikan dilakukan tepat di jalan di depan sekolah itu," kata Kasi Pemeliharaan Jalan DPUPKP Kulonprogo, Wuriandreza Gigih Muktitama, Rabu siang.
Gigih menjelaskan perbaikan itu akan dimulai pada Maret mendatang dengan proses tender. "Setelah tender baru bisa dilakukan perbaikan, anggaran yang kami siapkan untuk ini sebanyak Rp350 juta," ungkapnya.
Saat menghadiri audiensi dengan warga, penambang yang dituding truknya jadi biang kerusakan jalan menolak mengurangi volume beban mereka. "Jalan ini statusnya kabupaten, dalam aturannya hanya diperbolehkan untuk bebasnya yang melewati itu enam ton. Tetapi mereka tetap ingin 10 ton," ujar dia.
Dengan begitu, imbuh Gigih, konsekuensinya adalah jika jalan itu rusak lagi, maka perbaikan akan ditanggung para penambang. "Semuanya tadi sudah disampaikan ke forum secara terbuka," tuturnya.
BACA JUGA: Jalan Banyuroto Nanggulan Rusak dan Berdebu Ganggu Aktivitas Pendidikan
Sementara itu, Kepala SDN Wonorejo II, Tukija mengapresiasi langkah Pemkab Kulonprogo untuk memperbaiki jalan rusak di depan sekolahnya itu. "Kami mengapresiasi karena aspirasi kami didengar dan ditindaklanjuti, ini semata-mata untuk siswa-siswi kami agar pembelajarannya nyaman," katanya.
Tukija menyebut meskipun dalam proses perbaikannya nanti akan menghasilkan debu proyek yang mengganggu pembelajaran, tetapi itu lebih baik daripada selamanya terdampak debu jalan rusak dan lalu lalang hasil tambang itu. "Solusi hari ini cukup baik bagi kami, meskipun ada tawar-menawar tetapi kami dapat solusi nyatanya dan semoga setelah perbaikan debunya hilang."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.