Plataran Senopati Jogja Jadi Foodcourt, Berdayakan Eks Jukir
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Pemkab Bantul telah menyalurkan Rp1,3 miliar Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2023 ke ribuan masyarakat terdampak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul, Gunawan menyampaikan BLT DBHCHT menyasar kepada masyarakat terdampak pabrik tembakau yaitu petani, buruh tani, dan buruh pabrik tembakau.
“Total penerima bantuan DBHCHT [dibagikan kepada] 3.167 orang dengan alokasi Rp600.000 per orang,” kata Gunawan, Rabu (24/1/2024).
Dia menyampaikan BLT DBHCHT tersebut diberikan sekali setahun kepada setiap penerima. Dalam penentuan penerima bantuan tersebut, menurut Gunawan, pihaknya berupaya agar tidak ada penerima bansos ganda dengan mencocokkan data penerima hasil rekomendasi dari Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Kami hanya menerima data dari mereka, kemudian kita melihat apakah [penerima] masuk DTKS atau tidak. Kebanyakan belum terakomodir [bansos], karena segmennya petani, buruh tembakau dan pekerja di pabrik rokok. Sasarannya agak berbeda dengan BLT yang lain, ini segmennya lebih diperuntukkan kepada yang berhubungan dengan pertanian tembakau,” katanya.
Baca Juga
BLT Dana Desa di Bantul Tahun 2024 Tetap Ada, Ini Nominalnya
43.913 Warga Bantul Dapat Kucuran Bansos BBM Mulai Pekan Depan
BLT BBM Rp2,2 Miliar dari APBD Bantul Segera Cair
Dia menyampaikan masih menemukan petani/buruh pabrik tembakau dengan pendapatan mendekati Upah Minimum Regional (UMR) yang masih belum terakomodir bansos. Sehingga melalui BLT DBHCHT diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran mereka.
“Ya macem-macem [perekonomian petani tembakau] ada yang memang miskin, namanya buruh pabrik rokok, sehingga pendapatan mereka UMR. Kami tidak melihat miskin banget, bagi mereka yang berhubungan dengan sektor tembakau. Semoga itu membantu mereka dalam meningkatkan daya beli mereka, mengurangi beban pengeluaran mereka,” katanya.
Kemudian menurut Gunawan mekanisme pemberian BLT DBHCHT tahun 2024 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun 2023. Meski begitu menurutnya, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat.
Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Bantul, Trisna Manurung menyampaikan tahun 2023 pendapatan dari cukai tembakau sekitar Rp4,424 miliar. Sementara DBHCHT tahun 2022 Rp753 juta. Sehingga DBHCHT tahun 2023 sejumlah Rp5,177 miliar. Sementara realisasi Rp5,096 miliar.
“Jadi masih ada sisa juga tahun 2023, nanti kita anggarkan lagi tahun 2024,” katanya.
Dia menyampaikan DBHCHT tersebut dialokasikan untuk pengurangan dampak rokok dalam bidang kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum dan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Plataran Senopati Jogja hadir sebagai foodcourt baru, berdayakan eks jukir dan pedagang terdampak.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.