Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Evakuasi ular oleh Dinas Damkarmat Kota Jogja beberapa waktu lalu - Dokumentasi Dinas Damkarmat Kota Jogja
Harianjogja.com, UMBULHARJO–Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja menerima banyak laporan terkait penyelematan hewan. Utamanya, ular, biawak, dan sarang tawon.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid menuturkan banyaknya ular dan biawak yang muncul itu dimungkinkan lantaran curah hujan yang tinggi pada beberapa waktu terakhir.
"Intensitas hujan tinggi menyebabkan genangan air dan memaksa binatang- binatang ini naik ke permukaan mungkin dari lubang rimbunan-rimbunan pohon bambu naik dan masuk ke permukiman," kata Taokhid, Sabtu (27/1/2024).
Taokhid menuturkan sejauh ini sudah ada 4 ekor ular tanpa bisa dan 2 ekor biawak yang dievakuasi. Tersebar di beberapa lokasi di Kota Jogja. Sementara itu, Taokhid mengaku masih belum menemukan korelasi antara cuaca ekstrem dengan banyaknya evakuasi sarang tawon. Bahkan, jumlahnya tak main-main.
BACA JUGA: Becak Listrik Mulai Beroperasi pada Februari 2024, Diawali dari Malioboro
Tercatat hingga saat ini telah ada 55 sarang tawon yang dievakuasi. "+Mestinya sarang tawon itu tidak tiba-tiba. Namun, akhirnya bisa dievakuasi," imbuhnya.
Sementara, Kepala Seksi Ops Penyelamatan dan Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Damkarmat Kota Jogja Timur Diliyanto Judho Asmoro menuturkan ada sejumlah kendala saat melakukan evakuasi hewan, terutama sarang tawon. Lantaran proses evakuasi harus dilakukan malam hari.
"Operasi tawon ini efektif dilakukan malam hari. Namun, masih banyak warga yang mendekat saat kami melakukan penanganan. Tentunya ini dapat berbahaya bagi warga yang mendekat jika tersengat tawon saat dilakukan penanganan,” jelasnya.
Permintaan evakuasi sarang tawon menurutnya meningkat drastis. Bahkan personel Damkarmat melakukan penyelematan setidaknya 3-4 kali setiap harinya di Kota Jogja.
BACA JUGA: Ayah Aniaya Anak Tiri Usia 3 Tahun hingga Meninggal Dunia
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melapor kepada Dinas Damkarmat jika menemui hewan seperti ular, biawak, atau sarang tawon di tengah pemukiman. Sehingga dapat segera ditangani. Laporan dapat dilakukan melalui call center Dinas Damkarmat 0274 587101.
"Diharapkan warga dapat mengawasi pergerakan ular sembari menunggu petugas datang ke rumah. Sehingga penanganan atau evakuasi bisa dilakukan lebih cepat," imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)