PAW Lurah Sleman Tunggu Perbup, Ini Daftar 5 Kalurahan dan Alasannya
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Aktivitas pariwisata di Kawasan Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus beberapa waktu lalu. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menyampaikan bahwa angka kunjungan wisatawan di Bumi Handayani selama Januari 2024 mencapai 248.844 orang. Kawasan pantai masih menjadi destinasi favorit para wisatawan.
Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan 248.844 wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul mayoritas masih memilih pantai sebagai destinasi wisata.
Khusus angka kunjungan wisatawan pada 1 Januari 2024 ada sebanyak 42.803 orang. Dari kunjungan tersebut, pendapatan retribusi yang diterima Pemkab Gunungkidul mencapai Rp460,68 juta.
Sementara itu, Sub Koordinator Objek dan Daya Tarik Wisata Dispar Gunungkidul, Aris Sugiantoro mengatakan total pantai yang dimiliki Gunungkidul mencapai lebih dari 100 pantai dan menjadi destinasi favorit.
Dia membenarkan angka kunjungan pada Januari mencapai 248.844 orang, tetapi angka tersebut dianggap menurun karena dampak Badai Tropis Anggrek yang terjadi di bulan yang sama.
“Siklon anggrek sangat berpengaruh terhadap jumlah wisatawan yang berkunjung, menurun. Tentunya itu juga berpengaruh terhadap para pelaku usaha pariwisata,” kata Aris.
Selain itu, dia menjelaskan kunjungan pariwisata dipengaruhi oleh promosi wisata yang dilakukan Pemkab Gunungkidul. Menurutnya, media sosial sangat efeksi digunakan untuk menarik kunjungan wisatawan.
Persisnya sepanjang 2023, Gunungkidul dikunjungi 3.447.743 orang dan dari kunjungan tersebut pendapatan asli daerah mencapai Rp25,11 miliar. Khusus untuk kunjungan wisatawan ke pantai menyentuh angka 95%.
BACA JUGA: Tingkatkan Daya Tarik Wisata, Dispar Gunungkidul Gandeng Komunitas Jip
Sementara Pengawas BUMDes Bejiharjo, Jumiyo mengakui kawasan Pantai Selatan masih menjadi favorit dibandingkan dengan wisata Gua Pindul. “Wisata di Gua Pindul masih kalah dengan wisata pantai barangkali karena masuk kategori wisata minat khusus,” kata Jumiyo.
Dia menyampaikan angka kunjungan di Gua Pindul yang direkap oleh 10 unit usaha pramuwisata mencapai sekitar 16.002 orang dengan rincian pekan pertama sebanyak 3.887 orang, kedua 3.766 orang, ketiga 3.991 orang, dan keempat 4.358 orang.
Sebelumnya, Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2024 sektor pariwisata ditetapkan sebesar Rp29 miliar. Target tersebut naik dibandingkan tahun lalu. Menyusul kenaikan tersebut, Dispar juga telah menaikkan tarif retribusi di beberapa destinasi pantai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.