Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Suasana pengenalan buku KGPAA Paku Alam VIII oleh Kadipaten Pakualaman pada Selasa (6/2/2024). Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA—Kadipaten Pakualaman mengenalkan sosok KGPAA Paku Alam VIII lewat buku berjudul KGPAA Paku Alam VIII Buku Negarawan Pejuang dan Pejuang Negarawan. Buku setebal 289 halaman yang diterbitkan pada Januari 2024 itu berupaya merangkum sepak terjang Paku Alam VIII yang pada tahun lalu telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
BPH Kusumo Bimantoro, putra pertama dari Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan terbitnya buku ini tidak lepas dari rangkaian panjang penerbitan buku Paku Alam sebelum-sebelumnya. Pada 2015 diterbitkan buku tentang sosok Paku Alam I yang dilanjutkan dengan terbitnya Paku Alam V pada 2018 dengan judul Paku Alam V Sang Aristo Modernis dari Timur.
"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada penulis dan berbagai pihak yang menghadirkan buku ini kepada kita semua," katanya, Selasa (6/2/2024)
Menurutnya, sosok KGPAA Paku Alam VIII sangat kentara seperti yang digambarkan dalam judul buku itu. Dia menunjukkan kecintaan dan kesetiaannya pada NKRI dan menyampingkan kepentingan pribadi dan keluarga di atas kepentingan negara dan bangsa. Itu ditunjukkan pada saat masa penjajahan Jepang dan awal berdirinya Republik Indonesia.
"Bersama Sultan Hamengku Buwono IX beliau menghindari adu domba dan provokasi dari Jepang dan fokus pada perjuangan NKRI dan keberlanjutannya sebagai negara yang baru berdiri," ujarnya.
Baca Juga
Puluhan Delegasi Kerajaan Nusantara Hadir di Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman
Mengenal 6 Bangunan di Pura Pakualaman dan Fungsinya Saat Digunakan Dhaup Ageng Pakualaman Tahun Ini
Hadir di Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman, Ini Doa Anies untuk Pengantin
Buku KGPAA Paku Alam VIII ditulis oleh Baha Uddin, Mutiah Amini, dan Sudibyo (K.M.T. Widyo Hadiprojo) yang berisi enam bab. Di awal buku, secara rinci dijelaskan profil KGPAA Paku Alam VIII dan pendidikannya serta masa saat dirinya diangkat menjadi Raja Kadipaten Pakualaman.
K.M.T. Widyo Hadiprojo mengatakan, KGPAA Paku Alam VIII bernama asli B.R.M.H. Sularso Kunto Suratno yang dilahirkan pada 10 April 1910. la adalah putra KGPAA Paku Alam VII dengan permaisuri, Gusti Raden Ayu Retno Puwoso, putri Sunan Paku Buwono X di Surakarta.
"Dikukuhkan sebagai KGPAA Paku Alam VIII pada 12 April 1937. Sebelum wafat, pada 20 Mei 1998, pada puncak masa reformasi bersama dengan Sultan Hamengku Buwono X, KGPAA Paku Alam VIII menerbitkan sebuah maklumat untuk melaksanakan reformasi secara damai yang dibacakan dalam sebuah pisowanan agung di Alun-Alun Utara Jogja," jelasnya.
Dalam sejarah Kadipaten Pakulaman, KGPAA Paku Alam VIII tercatat sebagai adipati tersepuh (88 tahun) dan terlama di atas tahta (61 tahun). Berkat jasa dan perjuangannya bagi bangsa dan negara berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 96/TK/Th2022 3 November 2022, KGPAA Paku Alam VIII dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional.
"Buku ini berasal dari naskah akademik (NA) pengusulan gelar pahlawan nasional bagi KGPAA Paku Alam VIII, tetapi telah diperkaya dengan lebih banyak data yang pada penyusunan NA belum terjangkau," ujarnya.
Judul Negarawan Pejuang dan Pejuang Negarawan diilhami oleh kebijakan KGPAA Paku Alam VIII dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin yang sesuai dengan falsafah Sestradi berwatak narima (ikhlas), temen (bersungguh-sungguh), sura (berani), prawira (perwira), guna (pandai), dan prayitna (waspada dan berpandangan ke depan). Hal ini dibuktikan saat negara memerlukan darma baktinya, KGPAA Paku Alam VIII secara tulus bersedia mengesampingkan kepentingan pribadi, keluarga, dan Kadipaten Pakualaman.
"KGPAA Paku Alam VIII mendambakan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI 2,4 triliun parameter dengan kemampuan coding otonom, multimodal, dan context window 1 juta token.
Forbes memperbarui daftar orang terkaya dunia per 3 Agustus 2026. Elon Musk masih memimpin dengan kekayaan Rp12.416 triliun, diikuti Larry Page dan Jeff Bezos.
Massive Attack mengaku ditahan dan diinterogasi di Singapura setelah mengibarkan bendera Palestina saat konser. Dua anggota juga dicekal masuk kembali.
5 aplikasi Google seperti YouTube, Chrome, Maps, Gmail, dan Google Home disebut paling banyak menguras baterai HP. Simak cara mengatasinya.
Sebanyak 39 pelajar SMA asal Bantul mulai belajar di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo. Seleksi dilakukan melalui asesmen kondisi keluarga.