DPRD Sleman Janji Laporkan Tindak Lanjut Persoalan MBG Dalam Sepekan
DPRD Sleman berjanji melaporkan tindak lanjut persoalan MBG dalam sepekan, termasuk kasus keracunan dan evaluasi SPPG.
Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul meminta masyarakat berhati-hati apabila melintasi Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Pasalnya, JJLS masih belum dilengkapi rambu-rambu yang cukup termasuk Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan libur panjang atau long weekend Isra' Mikraj dan Imlek perlu disikapi dengan baik, terutama dalam hal berkendaraan. Dia mengaku ada beberapa ruas jalan di Gunungkidul yang perlu diwaspadai yaitu JJLS.
Sampai saat ini, JJLS masih belum dilengkapi sarana dan prasarana jalan baik APILL maupun rambu peringatan lain. Wisatawan dari luas Gunungkidul perlu mewaspadai apabila berada di persimpangan.
Saat ini, Dishub Gunungkidul telah mengusulkan APILL dan CCTV di perempatan JJLS ke BPTD. “Kami juga mengusulkan LPJU di JJLS. Semoga di tahun 2025 sudah terpasang,” kata Rakhmadian, Selasa (6/2/2024).
Rakhmadian menambahkan selain JJLS masih ada tanjakan yang harus diwaspadai seperti tanjakan Clongop, Gedangsari dan di Bundelan, Ngawen. Dia mengaku Pemkab Gunungkidul telah mengusulkan dua tanjakan itu untuk dihapus dari Google Map karena tingkat kerawanannya yang tinggi.
Lebih jauh, Rakhmadian juga mengatakan akan menerjunkan petugas khusus untuk libur panjang. Setiap hari akan ada lima belas personel. Patroli akan dilakukan di kawasan tertib lalu lintas dan di kawasan pantai. “Untuk pagi hari kami tetap pada patroli jalur kawasan tertib lalu lintas. Setelah itu kami bantu di kawasan wisata sampai hari Minggu,” katanya.
Kawasan tertib lalu lintas yang ia maksud mulai dari Kranon ke arah timur sampai Sumarwi, kemudian Jeruksari ke timur.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu-Lintas Dishub Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto juga mengatakan agar wisatawan menghindari tanjakan Clongop dan Bundelan.
“Untuk jalur wisata, rekayasa lalu lintas masih seperti rekayasa pada saat libur Natal dan Tahun Baru lalu dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan,” kata Nanang.
BACA JUGA: Sudah Diaspal, Kini JJLS Pansela Gunungkidul Sudah Tersambung
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana berharap ada peningkatan kunjungan wisatawan di Gunungkidul. “Tren minggu-minggu ini menurun. Mudah-mudahan long weekend ada peningkatan kunjungan,” kata Windu.
Windu mengaku penurunan kunjungan wisatawan terjadi akibat cuaca seperti hujan yang tidak menentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman berjanji melaporkan tindak lanjut persoalan MBG dalam sepekan, termasuk kasus keracunan dan evaluasi SPPG.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.