Tentara dan Polisi Akan Dilibatkan dalam Pendataan Bansos Lewat Perlinsos di Bantul
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
Suasana TPS 04 yang berlokasi di SDN Vidya Qasana Jalan Tentara Pelajar No.23, Bumijo, Jetis, Kota Jogja yang mengusung pakaian adat Nusantara, Rabu (14/2/2024) Yosef Leon/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Beragam cara digunakan masyarakat untuk memeriahkan pesta demokrasi yang diperingati setiap lima tahun sekali. Pada 2024 Pemilu yang digelar Rabu (14/2/2024) disambut antusiasme oleh warga dengan ide unik dan kreatif di masing-masing TPS.
Seperti di TPS 04 yang berlokasi di SDN Vidya Qasana Jalan Tentara Pelajar No.23, Bumijo, Jetis, Kota Jogja. Petugas KPPS di tempat itu memakai pakaian adat Nusantara saat melayani para pemilih yang menggunakan hak suaranya di Pemilu 2024.
BACA JUGA: Ini Pesan Mahfud Md Usai Nyoblos di TPS 106 Sambilegi Lor
Ketua KPPS TPS 04 Sugito mengatakan, ide penggunaan pakaian adat itu muncul lantaran pihaknya ingin tampil beda di Pemilu kali ini. Menurutnya, Pemilu merupakan gelaran besar yang harus disambut meriah. Pihaknya sengaja memilih pakaian adat Nusantara untuk mengekspresikan bahwa Pemilu adalah persatuan dalam perbedaan.
"Namanya pesta, kemudian kita beragam suku dan budaya makanya kita berekspresi untuk membuat kenangan bahwa kita mencintai seluruh budaya yang ada di Indonesia termasuk adatnya," kata Sugito.
Sejak di meja registrasi warga sudah disambut dengan petugas yang memakai baju adat daerah. Ada yang memakai baju adat Maluku, Padang, Jogja, Jawa Tengah, Papua dan juga baju adat Batak.
Menurut Sugito, ciri khas yang diusung pihaknya di TPS tersebut juga ingin memberitahukan pesan kepada masyarakat luas bahwasanya Pemilu hanya alat untuk memilih pemimpin lima tahun ke depan. Perbedaan pilihan yang ada jangan sampai memecah belah persatuan.
"Pesan kita supaya lebih mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini dengan berbagai macam suku, adat, bahasa dan lainnya sesuai dengan semboyan kita Bhineka Tunggal Ika. Walaupun beda pilihan tetapi kita tetap satu NKRI," pungkasnya.
BACA JUGA: TPS UNIK, KPPS Ledok Pereng Maguwoharjo Gunakan Pakaian Tari Badui
Rini salah seorang pemilih pemula warga setempat mengaku terkesan dengan konsep unik yang diusung TPS 04 Bumijo, Jetis tersebut. Menurutnya hadirnya ide-ide unik di setiap TPS patut diapresiasi lantaran petugas KPPS ingin mewujudkan sesuatu yang beda di Pemilu 2024 ini.
"Konsep yang unik ini juga bisa mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan datang ke TPS untuk mencoblos," kata Rini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
PJT II segera memulai proyek PLTS terapung 100 MW di Waduk Jatigede. Proyek Jatiluhur berkapasitas 80 MW masih dalam studi kelayakan.
BKPM mencabut IUP PT Kristalin Ekalestari di Papua setelah ditemukan pembukaan lahan tambang di kawasan hutan tanpa persetujuan kehutanan.
Pemkab Temanggung mengalokasikan Rp6,9 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi air tanah di empat lokasi yang ditargetkan rampung akhir 2026.
Sultan HB X mengingatkan Karang Taruna agar mengutamakan dampak nyata bagi warga melalui inovasi sosial, pemberdayaan, dan kolaborasi.
Simak simulasi UMK Jawa Tengah 2027 jika naik 9,5%. UMK Kota Semarang diproyeksikan mencapai Rp4,05 juta, disusul Demak dan Kendal.