Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Foto ilustrasi. Petugas KPPS menunjukan surat suara pemilihan calon presiden dan wakil presiden yang sudah tercoblos saat penghitungan suara pilpres pada Pemilu 2024 di TPS 03 Braga, Sumurbandung di Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/2/2024). - Antara/M Agung Rajasa
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menemui adanya penyelenggara pemilu yang sakit saat bertugas. Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Tradisional dan Komplementer Dinkes Kota Jogja Riska Novriana menyebut setidaknya ada 50 laporan keluhan kesehatan yang dia ditemui di masing-masing kemantren. Rinciannya, ada 8 petugas Bawaslu, 15 petugas KPPS, 7 petugas Linmas, dan 2 orang pemilih.
"Ada juga 2 petugas lain, 8 petugas PPK, dan 10 petugas PPS," kata Riska, Jumat (16/2).
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menuturkan sebanyak 6 orang di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit. Namun, seluruhnya hanya keluhan ringan dan bisa langsung pulang. Dia menambahkan, keluhan yang paling banyak dirasakan adalah lemas, pusing, mual, hingga dehidrasi ringan sampai sedang. Ada juga yang memiliki tensi tinggi dan riwayat jantung, tapi tidak rutin minum obat. Sementara, dia pun mencatat keluhan dari KPPS yang kebanyakan mengalami kelelahan.
"Karena kelelahan. Mungkin karena kemarin menyiapkan untuk TPS-nya," imbuhnya.
Dia menambahkan, Dinkes Kota Jogja sebelumnya menyiagakan faskes selama gelaran pemilu berlangsung. Dimulai pada tanggal pukul 08.00-16.00 WIB. Lalu dilanjutkan dengan shift kedua mulai pukul 16.00-07.00 dengan menyiagakan petugas kesehatan di posko tiap-tiap kemantren.
"Sampai hari ini tidak ada laporan lagi, tapi kami masih memantau," katanya.
Emma mengatakan, pantauan kesehatan bagi KPPS maupun Satlinmas masih akan terus dilakukan. Lantaran saat ini masih memasuki proses perhitungan suara.
"Jumat kami siap backup karena masih ada perhitungan suara yang mungkin bagi kemanteen yang luas bisa 9 hari. Kami siap backup. Kalau ada yang tidak sehat. Tapi harapannya sehat-sehat semua," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.