Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman akan melaksanakan vaksinasi booster polio mulai 19-24 Februari 2024. Untuk kelancaran sudah ada pengiriman vaksin sebanyak 1.670 vial.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) polio tidak lepas adanya temuan kasus positif di Klaten yang berbatasan dengan Sleman. Atas temuan kasus ini, Klaten ditetapkan sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) polio sehingga upaya pencegahan di Bumi Sembada diintesifkan.
BACA JUGA : Klaten KLB Penyakit Polio, Dinas Kesehatan Sleman Tingkatkan Kewaspadaan
Menurut dia, salah satu upaya dengan memberikan vaksinasi tetep kepada anak berusia 0-7 tahun. Vakasinasi tahap pertama sudah dilaksanakan pada 15-20 Januari 2024.
“Jadi untuk kelengkapan ada vaksin booster. Rencananya besok [Senin 19/2/2024] sampai 24 Februari dilaksanakan boster Sub-PIN polio,” kata Cahya kepada wartawan, Minggu (18/2/2024).
Dia menjelaskan, untuk vaksinasi N.OPV2 sudah mendapatkan pengiriman sebanyak 1.670 vial. Pelaksanaan imunisasi ini digelar serentak di seluruh pos-pos Imunisasi di Sleman. Mulai dari Puskemas, Posyandu, TK, Sekolah Dasar maupun Balai Kalurahan.
“Interval vaksin antara kesatu dan booster berjarak satu bulan. Artinya, anak yang sama akan mendapatkan booster atau vaksin putaran kedua tanggal 19-24 Februari 2024,” ungkapnya.
Cahya beharap pelaksanaan vaksinasi booster polio maka upaya pencegahan dapat dioptimalkan. “Semoga pelaksanaan berjalan dengan lancar sehingga anak-anak dapat terhindar dari penyakit polio yang saat ini belum ada obatnya,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengklaim, pelaksanaan vaksinasi putaran pertama berjalan lancar dikarenakan masyarakat medukun penuh terhadap program pencegahan penyakit polio.
“Terbukti hasil capaian melampaui target yang ditetapkan. Sebab, dari harapan hanya 95%, tapi capainnya menyentuh 100,3% dari sasaran penerima vaksin,” katanya.
Menurut dia, pelaksanaan vaksin booster direncanakan tidak hanya melalui layanan di puskesmas atau ke sekolah, namun juga disiapkan kegiatan vaksin dengan mendatangi rumah-rumah warga yang memiliki anak sesuai dengan kriteria pemberian vaksin.
“Intinya imunisasi bisa menyasar ke sebanyak-banyaknya anak yang menjadi sasaran pemberian imunisasi dan pelaksanaan tahap kedua dapat berjalan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.