Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo memberikan bantuan tangan palsu kepada Satriyo di Kemantren Ngampilan, Jumat (23/2/2023) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, NGAMPILAN—Pemkot Jogja melalui Baznas kembali menggulirkan bantuan kepada penyandang disabilitas di Kota Jogja. Kali ini bantuan berupa tangan palsu diberikan kepada seorang warga RT 04 RW 01 Kelurahan Ngampilan, Kemantren Ngampilan bernama Satriyo Pasrah Sabda Alam, 30. Diserahkan langsung oleh Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo.
"Semoga bantuan tangan palsu ini bisa memberikan manfaat bagi mas Satriyo dalam beraktivitas," ujar Singgih.
Permohonan bantuan disabilitas bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, berjenjang dari RT, RW, kelurahan, hingga kemantren. Berbagai permintaan dari sosial media milik Singgih pun tak luput untuk direspon. Tak berhenti sampai di sini, Singgih akan memberikan fasilitas kepada Satriyo untuk mengembangkan bakatnya. Sebab, Satriyo punya bakat berupa keterampilan mendesain.
"Saya sampaikan mas Satriyo maunya seperti apa nanti kami bantu," imbuhnya.
Baca Juga
Ramah Difabel, KPU Bantul Siapkan Alat Bantu Braille bagi Ratusan Penyandang Disabilitas Netra
Puluhan Perempuan Penyandang Disabilitas DIY Dilatih Kembangkan Usaha
Ini Bukti Komitmen Fisipol UGM Wujudkan Kampus Ramah Disabilitas
Satriyo mengaku senang dabn berterimakasih dengan bantuan dari Pemkot Jogja ini. Tangan palsu bisa menjadikan tingkat percaya dirinya lebih tinggi. Satriyo mengungkapkan selama ini dia kerap terkendala untuk melakukan aktivitas sehari-hari karena tangan kanannya tidak bertumbuh. Paling sulit, ketika dia harus menimba air untuk keperluan mandi dan buang air. Pekerjaan itu lantas dia percayakan kepada Sunarti, sang ibu. "Kendala pasti ada, tapi tidak terlalu saya pikirkan. Percaya diri saja," kata Satriyo.
Keterbatasan tak menjadikan Satriyo pasrah dan berpangku tangan begitu saja. Meski lahir dengan hanya dikaruniai satu tangan, Satriyo tetap mengais rezeki dengan bekerja sebagai penjaga konter pulsa milik tetangganya. Terhitung hampir dua tahun dia bekerja di sana. Sampai akhirnya sang ibunda, Sunarti membuka usaha sendiri untuk anaknya dengan bermodalkan uang Rp 2 juta.
"Dulu kerja ikut orang hampir dua tahun. Kerja dari jam 17.00 sampai jam 03.00, gaji hanya Rp20.000. Opo yo dumeh anakku ngene le bayar sak penakke. Setelah saya punya modal, jualan sendiri di emperan depan," ujar Sunarti.
Sunarti dan Satriyo punya semangat yang sama. Sama-sama tak mau menyerah dengan keadaan. Meski, hingga saat ini Sunarti masih merasa sedih ketika mengingat anak laki-lakinya itu hampir tak mau sekolah lantaran terus-terusan dirundung oleh teman sekelasnya. Namun, Sunarti terus berbesar hati. Semangat dan doa tak henti-hentinya dia berikan untuk putra kesayangannya itu.
"Dia minder. Saya bilang kalau tidak sekolah mau apa. Kalau cuma lulus SMP tidak bisa cari makan sendiri. Lama-lama dia percaya diri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.