Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelayanan Vaksinasi Booster Polio Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) sudah berakhir pada Sabtu (24/2/2024). Kendati demikian, layanan masih dibuka di 25 puskesmas di Kabupaten Sleman hingga awal Maret.
Kepala Bidang Pecegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yulianti mengatakan pelaksanaan vaksin booster polio dilaksanakan mulai 19-24 Februari 2024. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari pelaksanaan vaksinasi tahap pertama di 15-20 Januari 2024. “Tujuannya mengurangi risiko penularan penyakit polio. Apalagi di Klaten yang berbatasan dengan Sleman ditetapkan sebagai wilayah KLB polio,” kata Khamidah, Selasa (27/2/2024).
Dia menjelaskan pada saat pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ada sekitar 113.352 anak yang mengikuti program vaksinasi. Adapun di saat booster, Tingkat ketercapaiannya sudah sekitar 95% di kabupaten, tetapi ia mengakui masih ada beberapa kapanewon yang capaiannya di bawah angka tersebut. “Makanya meski sudah selesai, tetap kami buka layanan sweping di 25 puskesmas di Sleman,” katanya.
Baca Juga
Vaksinasi Polio, Dinas Kesehatan Sleman Optimistis Bisa Mencapai 99%
Besok, Vaksinasi Booster Polio Digelar di Sleman
Tak Ada Penolakan, Vaksinasi Polio di Sleman Mencapai 98%
Menurut dia, perpanjangan layanan vaksin dilakukan untuk memberikan kesempatan keapda anak-anak berusia 0-7 tahun yang belum mengikuti booster bisa tetap mendapatkan layanan. Rencananya perpanjangan di puskesmas dibuka hingga sepekan ke depan atau sampai awal Maret. “Dengan penyisiran ini, maka harapannya Tingkat ketercapaian vaksin juga bisa meningkat,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan pelaksanaan vaksinasi Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) polio tidak lepas adanya temuan kasus positif di Klaten yang berbatasan dengan Sleman. Atas temuan kasus ini, Klaten ditetapkan sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) polio sehingga upaya pencegahan di Bumi Sembada diintesifkan.
Menurut dia, salah satu upaya dengan memberikan vaksinasi tetep kepada anak berusia 0-7 tahun. Vakasinasi tahap pertama sudah dilaksanakan pada 15-20 Januari 2024. “Jadi untuk kelengkapan ada vaksin booster,” kata Cahya.
Untuk kasus, Cahya mengungkapkan Sleman sudah tidak ada kasus sejak 2007 lalu. Vaksin yang diberikan saat ini dencan cara, langkah ini dinilai tidak hanya mencegah, tetapi juga sebagai upaya mengurangi risiko penyebab terjadinya penularan. “Makanya gencar melakukan vaksinasi. Untuk jenis suntik, capaian imunisasi sudah di atas 95%. Guna mengoptimalkan pencegahan diberikan vaksin dengan tetes sebanyak dua kali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.