Jelang Ramadan, Ratusan Warga Gelar Nyadran di Makam Sombomerten Maguwoharjo

Sunartono
Sunartono Minggu, 03 Maret 2024 16:17 WIB
Jelang Ramadan, Ratusan Warga Gelar Nyadran di Makam Sombomerten Maguwoharjo

Ratusan warga Dusun Sombomerten, Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman menggelar kegiatan budaya nyadran di Makam Sombomerten, Dusun Sombomerten, Minggu (3/3/2024). Kegiatan tersebut digelar secara rutin ketika akan memasuki bulan suci ramadan. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan warga Dusun Sombomerten, Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman menggelar kegiatan budaya nyadran di Makam Sombomerten, Dusun Sombomerten, Minggu (3/3/2024). Kegiatan tersebut digelar secara rutin ketika akan memasuki bulan suci ramadan.

Masyarakat yang hadir berasal dari enam dusun di Maguwoharjo, yaitu Sanggrahan, Demangan, Nayan, Onggomerten, Corongan dan Sombomerten. Selain keluarga dari ahli waris yang dimakamkan di pemakaman tersebut, masyarakat dusun setempat juga banyak yang hadir.

BACA JUGA : Tradisi Ratusan Tahun Sadranan Digelar di Gunungkidul, Begini Kisah Sejarahnya

"Karena tradisi nyadran di dusun kami ini sudah menjadi acara rutin setiap tahun ketika jelang ramadan. Saya tidak tahu sejak kapan dimulainya, karena sejak kecil sudah ada acara seperti ini," kata Ketua RW 21 Dusun Sombomerten, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu.

Ia mengatakan karena sudah menjadi warisan leluhur, maka seluruh warga bersepakat nyadran harus terus digelar dan diperkenalkan kepada anak muda. Harapannya, dengan menghadirkan anak muda, mereka bisa melanjutkan menggelar tradisi tersebut di tahun-tahun mendatang.

"Ini kan tradisi positif dari nenek moyang kita, kita mengirimkan doa, melakukan doa bersama mendoakan para leluhur.
Maka harapannya dengan nyadran generasi muda bisa mengenal tradisi budaya yang sampai saat ini masih berjalan," ujarnya.

BACA JUGA : Siap-Siap Nyadran! Ribuan Warga Bakal Berebut Gunungan di Alun-Alun Wates

Salah satu warga Sombomerten Subagya mengatakan setiap tahun mengikuti kegiatan tersebut. Selain mengikuti tradisi kampung yang sudah turun temurun, kegiatan tersebut bisa menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Kegiatan nyadran mendoakan leluhur menurutnya menjadi bagian dari upaya berbakti kepada orangtua karena mendoakan yang telah meninggal dunia.

"Kami bisa berbaur dengan banyak warga di Maguwoharjo, sehingga saling silaturahmi, ada kebahagiaan tersendiri. Maka kami sepakat tradisi ini harus dilestarikan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online