Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo membuka secara resmi gelaran JFFE du Balai Kota Jogja, Kamis (7/3) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo resmi membuka gelaran Jogja Festivals Forum and Expo (JFFE) 2024. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 7-8 Maret. Berisi berbagai rangkain acara, mulai dari simposium, lokakarya, bussiness matching, dialog, hingga srawung festival.
Singgih menuturkan kegiatan ini merupakan upaya penguatan dan branding Kota Jogja sebagai Kota Festival. Apalagi, setiap tahunnya berbagai even berskala nasional hingga internasional digelar di Kota Jogja. Misalnya, Wayang Jogja Night Carnival, Artjog, Tour de Kotabaru, dan berbagai even festival lainnya. Menurut Singgih, JFFE menjadi kegiatan aktivasi pendorong bergulirnya ekosistem ekonomi kreatif di Kota Jogja. Harapannya, dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Jogja.
BACA JUGA : Meneropong Pengelolaan Sampah di Lokasi Wisata Jogja
"Kami gandeng teman-teman Jogja Festival karena tiap tahun punya even Jogja Forum Festival and Expo. Ini menjadi pintu masuk Kota Jogja sebagai Festival City karena di Kota Jogja tiap tahun festivalnya sangat tinggi," jelas Singgih, Kamis (7/3).
Direktur Pelaksana JFFE 2024 Dinda Intan Putri menjelaskan kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat posisi Kota Jogja sebagai bagian Kota Festival terkemuka di dunia. Gelaran ini turut memberikan penguatan terhadap sumber daya manusia yang berkecimpung di dunia festival. Pihaknya turut serta mengundang berbagai narasumber yang profesional di bidang festival. Tak hanya itu, JFFE juga menjadi wadah untuk menimba ilmu dari Kota Festival di negara lain.
"Kami akan membicarakan isu penting ekosistem festival, baik secara historis maupun pandangan festival di masa depan. Di mana ada dalam dialog bersama Kota Edinburgh," ujarnya.
Menurut Dinda, JFFE merupakan fondasi strategis untuk kemajuan ekosistem festival, even, dan ekonomi kreatif. Ini menjadi nilai lebih Kota Jogja sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Forum ini merupakan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kota Jogja sebagai Kota Festival.
"Diharapkan nantinya dapat membuka wawasan bagaimana ekosistem Kota Festival yang terjadi di negara lainnya. Bisa melihat lebih jelas dengan kota festival lain. Dan ini komitmen bersama mewujudkan Kota Jogja sebagai Kota Festival," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.