Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Ilustrasi-Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, JOGJA—Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menanggapi protesnya warga Kalurahan Sitimulyo atas lahan yang rencananya akan digunakan oleh Pemkot Jogja sebagai tempat mengolah sampah menjadi produk RDF.
Singgih mengatakan, pengolahan sampah di lokasi itu nantinya akan ditunda untuk sementara waktu. Padahal, seharusnya minggu ini telah memasuki masa kontrak dengan vendor.
"Karena waktunya yang sangat pendek pertengahan bulan April sudah harus secara mandiri kita mengolah sampah. Jadi, kita mengoptimalkan TPST yang sudah kita punyai dulu," ujar Singgih saat ditemui, Jumat (8/3).
Optimalisasi TPST yang dia maksud adalah berkaitan dengan penambahan kapasitas di TPS 3R Nitikan dan Karangmiri. Selain itu, pihaknya juga melakukan penataan ulang agar pengolahan sampah bisa berjalan efektif dan efisien.
"Kita tunda dulu dan plan b nya kita jalankan. Jadi penambahan peralatan di TPST, mengefisiensikan, menata flownya supaya peralatan lebih efisien. Itu yang kita rencanakan untuk optimalisasi. Sekaligus juga kerja sama dengan bermitra dengan swasta didorong untuk dipercepat," imbuhnya.
BACA JUGA: Cemaskan Aliran Lindi, Warga Banyakan Tolak Rencana Proyek Pengolahan Sampah Pemkot Jogja
Singgih memastikan pihaknya telah berupaya melakukan komunikasi dengan warga setempat. Mulai dari tingkat RT, RW, bahkan kalurahan. Saat itu Singgih mengakui sebenarnya telah ada gejala penolakan. Lantaran persepsi yang timbul adalah layaknya TPA.
"Persepsinya seperti TPA, tapi kan kita mengolah. Mengolah kan sampai habis jadi tidak akan menambah sampah di TPA, sehingga di situ hanya lokusnya. Kemudian kita proses sampai habis. Hasilnya, produknya RDF itu kita ada offtaker yang siap menerima, sehingga tidak akan menambah sampah di situ. Atau residu pun tidak ada," ungkapnya. (Alfi Annissa Karin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.