DPRD Sleman Dorong Pengembangan Trans Sembada, Jangkauan Rute Harus Luas
DPRD Sleman mendukung Trans Sembada untuk mengatasi kemacetan, tetapi meminta rute diperluas agar akses transportasi umum lebih mudah.
Gejala Antraks - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan surveilans dan pemantauan di Padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Gedangsari dilakukan selama 120 hari.
Plt. Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan selain pemantauan, pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan antraks. Tidak hanya itu, Dinkes telah memeriksa dan mengobati warga yang menjalin kontak dengan hewan atau daging kambing diduga terjangkit antraks. “Pengambilan dan pengiriman sampel dari pihak yang bergejalan juga sudah kami lakukan,” kata Dewi dihubungi, Senin (11/3/2024).
Dewi menambahkan S yang lebih dulu dibawa ke RSUD Prambanan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, begitupun dengan istrinya. Keduanya dirujuk ke rumah sakit tersebut pada Sabtu (9/3/2024). “Info yang saya dapat terakhir itu,” katanya.
Baca Juga
Ada Kasus Suspek Antraks, Dinas Kesehatan Terbitkan Surat Kewaspadaan ke Seluruh Faskes di Sleman
Serius Tangani Antraks, Tim Gabungan Sita Sisa Daging Brandu di 9 Rumah Warga Gayamharjo
Kepastian Kasus Antraks di Sleman Masih Tunggu Hasil Uji Laboratorium
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mencatat ada sebanyak 17 warga di Kabupaten Gunungkidul yang suspek antraks. Angka tersebut merupakan penyelidikan epidemiologi (PE) sejak 8 - 9 Maret 2024.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan 17 orang tersebut merupakan warga Kalurahan Serut yang ikut memakan daging kambing yang sebelumnya dibawa dari Sleman dan dikuliti di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mendukung Trans Sembada untuk mengatasi kemacetan, tetapi meminta rute diperluas agar akses transportasi umum lebih mudah.
243 reklame rokok ditemukan tak berizin dan tak bayar pajak di Kulonprogo. DPRD menyoroti potensi kebocoran PAD dari reklame.
Herlina Pakpahan meminta Srikandi Hanura turun langsung menyerap aspirasi perempuan melalui kaderisasi, pengabdian dan solidaritas.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi 49,85 ton kacang tanah ilegal asal India dari Pelabuhan Dumai hingga Jakarta Utara.
Wamen ATR Ossy Dermawan mengungkap arahan Nusron Wahid di tengah kasus suap HGB dan gratifikasi di lingkungan ATR/BPN.
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.