TKP Senopati Kini Jadi Pangkalan Andong dan Becak Jogja
TKP Senopati Jogja kini jadi pangkalan andong dan becak untuk atasi kepadatan Malioboro.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan keempat korban ledakan mercon di Gedongsari, Wijirejo, Pandak, Bantul masih dalam perawatan hingga Selasa (12/3/2024).
“Keempat korban masih penanganan medis. Karena satu dari keempat korban mengalami luka serius yaitu Pak Slamet selaku Ketua RT [RT07],” ujarnya Selasa (12/3/2024).
Jeffry pun urung memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan kondisi kesehatan Slamet, 35, yang masih dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Diketahui imbas dari ledakan tersebut, Slamet mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan kanan dan kiri, serta kaki kiri dan kanan. Kemudian jari kanan patah, ujung jari kirinya pun hancur.
Sementara kondisi korban Arif Wicaksono, 13, korban termuda dalam kejadian tersebut mengalami luka bakar di wajah, leher, tangan kanan dan kiri. Dia pun tengah menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati.
Kemudian korban Fathurrahman Aryanto, 15, mengalami luka bakar pada mata sebelah kanan, di kedua kaki serta tangannya. Dia pun masih di rawat di RS UII Pandak. Kemudian korban Syahroni, 36, yang berprofesi sebagai buruh tani mengalami luka bakar di wajah, tangan kanan dan kaki kanan. Saat ini Syahroni masih menjalani perawatan di RS PKU Bantul.
“Kami masih mengutamakan keselamatan. Namun proses identifikasi dan investigasi masih berlangsung,” katanya.
Menurut Jeffry, lantaran adanya unsur pidana dalam kejadian tersebut, maka menurutnya Polres Bantul perlu adanya gelar perkara.
“Dikarenakan masih belum banyak keterangan yang didapat dari korban, kondisi korban juga masih dalam penanganan medis. Jadi kami mohon waktu,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya ledakan mercon terjadi di teras rumah Slamet pada Minggu (10/3/2024) sekitar pukul 17.40 WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan empat orang mengalami luka bakar pada bagian tubuh. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), barang bukti yang ditemukan di dekat TKP berupa sisa obat mercon terbungkus di plastik, serta plastik yang diperkirakan bekas bungkus obat mercon.
"Di TKP juga ditemukan bekas ledakan hingga membuat genteng teras rumah sebagian hancur berserakan di lantai, ditemukan bercak darah, ditemukan potongan jari. Ditemukan plastik yang diperkirakan bekas bungkus obat mercon, juga ditemukan sisa obat mercon terbungkus di plastik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TKP Senopati Jogja kini jadi pangkalan andong dan becak untuk atasi kepadatan Malioboro.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.