KAI Uji Coba B50 dan Siapkan Perluasan KRL untuk Tekan Emisi Karbon
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
Potorono Edu Park - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Spending money atau uang yang dihabiskan wisatawan di Kabupaten Bantul baru mencapai Rp1,1 juta per wisatawan pada tahun 2023. Hanya saja hal itu tidak semua dinikmati oleh warga Bantul.
"Spending money sebenarnya dari sisi jumlah cukup tinggi. Tetapi itu, sejak wisatawan datang sampai pulang, bahkan dari akomodasi penginapan dan sebagainya," kata Plt Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, Rabu (13/3/2024).
Dia menyampaikan dari jumlah tersebut, uang yang dibelanjakan wisatawan di Kabupaten Bantul hanya berkisar 50%. Jumlah tersebut diperkirakan dihabiskan untuk retribusi destinasi wisata dan konsumsi. Sementara sisanya menurut Kwintarto digunakan wisatawan untuk akomodasi penginapan dan transportasi.
Menurut Kwintarto, jumlah kamar hotel dan homestay desa wisata di Bantul masih minim. Sehingga, Pemkab Bantul belum dapat menangkap seluruh peluang tempat penginapan tersebut.
Saat ini jumlah kamar hotel bintang empat di Kabupaten Bantul yaitu Ros In Hotel Yogyakarta ada sekitar 80 kamar, sementara untuk Grand Rohan ada sekitar 185 kamar. Kemudian hotel non bintang ada sekitar 800 kamar. Kemudian ada sekitar seribu kamar homestay desa wisata di Bantul.
“Data spending moneynya betul, tetapi yang dinikmati Bantul tidak banyak,” tegasnya.
Kwintarto menilai minimnya jumlah kamar hotel tersebut berimplikasi pada pilihan wisatawan untuk menginap di wilayah lain, seperti Kota Jogja dan Sleman. Dengan begitu, uang yang dihabiskan wisatawan untuk menginap akan berada di dua wilayah tersebut.
Selain itu, dia menilai event malam hari di desa wisata pun masih minim, sehingga wisatawan cenderung menghabiskan uangnya untuk wisata malam hari ke wilayah lain.
Pemkab Bantul pun menyiasati persoalan tersebut dengan rencana meningkatkan intensitas event malam hari di sekitar homestay desa wisata agar uang yang dihabiskan wisatawan di Bantul meningkat.
"Target kita supaya orang berlama-lama di Bantul, agar mereka makan disitu [Bantul], beli oleh-oleh disitu," katanya.
BACA JUGA: Jadwal Imsak, Tarawih, dan Buka Puasa Ramadan 2024 untuk Jogja dan Sekitarnya
Sementara Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo menyampaikan pihaknya mendorong agar pelaku wisata di desa wisata Bantul dapat merancang paket wisata yang dapat menahan wisatawan berkunjung ke Bantul.
“Dengan paket tersebut, pengunjung diharapkan lebih lama di Bantul. Sehingga harapannya pengeluaran mereka bertambah tidak hanya sekadar ke destinasi wisata tetapi juga belanja kuliner dan cenderamata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
Pemerintah menargetkan Zero ODOL berlaku pada 2027, namun masih menghadapi kekurangan anggaran Rp92,9 miliar dan tantangan distribusi logistik nasional.
Kemendag menyelesaikan 89 persen pengaduan konsumen sepanjang semester I-2026 dengan nilai transaksi Rp18,59 miliar. Aduan terbanyak terkait elektronik dan refu
Wamenag Romo Muhammad Syafi'i meminta penyebab ledakan di MAN 3 Padang ditelusuri secara menyeluruh dan mengingatkan publik tidak terburu-buru menyimpulkan peny
Pemerintah menyiapkan skema pelunasan utang KCIC Whoosh senilai Rp116 triliun tanpa harus membebani APBN. Proses pengalihan aset masih berlangsung.
Pemerintah mempercepat pembangunan KSPEAN Papua Selatan melalui kolaborasi pusat dan daerah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.