PSS Sleman 1-1 Persita, Pieter Huistra Gembleng 3 Aspek Ini
PSS Sleman imbang 1-1 Persita dalam uji coba. Pieter Huistra menilai fisik, taktik, dan mental pemain menunjukkan progres.
Pengemis - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Untuk mengantisipasi maraknya anak jalanan, gelandangan dan pengemis (anjal gepeng) khususnya selama Ramadan, Satpol PP Sleman akan menggalakkan patroli selama 24 jam.
Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menerangkan jajarannya bakal menggencarkan patroli. "Kami menggencarkan patroli selama 24 jam. Ada pagi, siang sampai sore kemudian malam hari. Patroli dilakukan terus menerus," kata perempuan yang akrab disapa Evie tersebut, Rabu (13/3/2024).
Selain itu, Satpol PP juga bekerja sama dengan jawatan keamanan di masing-masing kapanewon untuk membantu menangani persoalan anjal dan gepeng.
"Kalau ada aduan terkait dengan anjal dan gepeng, harapan kami sudah bisa selesai di tingkat kapanewon, terutama kalau dia [anjal gepeng] beroperasi di wilayah kapanewon," katanya.
Pergerakan anjal dan gepeng selama Ramadan, menurut Evie, terbilang sporadis. Tidak hanya di sekitaran masjid, mereka juga beroperasi di sejumlah lokasi yang banyak terdapat dermawan memberikan sedekah, makanan gratis ataupun bantuan lainnya.
Oleh karena itu, Evie meminta masyarakat untuk menyalurkan bantuan kepada lembaga yang kompeten. Bila diberikan langsung kepada anjal dan gepeng, justru mendorong orang-orang untuk menggantungkan hidup dari bantuan.
BACA JUGA: Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Ditahan Rp14.000 per Liter Selama Ramadan
"Gunakan lembaga yang sah, sudah punya jalur untuk menyalurkan sedekah dan infak kepada yang membutuhkan," katanya.
Di sisi lain, penanganan anjal dan gepeng tidak bisa hanya mengandalkan penertiban. Harus ada pembinaan atau pembekalan keterampilan agar mereka tidak kembali ke jalan.
"Penanganan anjal, gepeng, maupun manusia silver tidak bisa hanya mengandalkan operasi penertiban. Mereka harus dibekali keterampilan atau didorong memiliki usaha. Kalau enggak, mereka akan kembali ke jalanan," ujarnya.
Sebelumnya, Dosen Departemen Sosiologi UGM, Andreas Budi Widyanta berpendapat fenomena mengemis tak luput dari persoalan mentalitas. "Mentalitas orang yang enggak mau bekerja," ujarnya
Menurut pria yang akrab disapa Abe tersebut, penting bagaimana membentuk mentalitas masyarakat yang giat bekerja. Bukan karakter yang malas bekerja dan bertumpu pada meminta-minta. Sayangnya, pembangunan karakter manusia yang giat bekerja menjadi problem.
Abe menilai mengemis merupakan tindakan orang yang tidak punya rasa malu. Mereka mengandalkan rasa iba, menjadikannya sebagai usaha manipulatif, padahal mungkin mereka bergelimang harta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman imbang 1-1 Persita dalam uji coba. Pieter Huistra menilai fisik, taktik, dan mental pemain menunjukkan progres.
DPRD Kota Jogja mendorong potensi kampung, UMKM, wisata, seni, dan ekonomi kreatif untuk memperkuat ekonomi serta kesejahteraan warga.
Saat memutuskan untuk membatalkan pengajuan pinjaman, penting untuk memahami prosedur yang berlaku dan menggunakan kontak layanan resmi
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Yuki Tsunoda kembali tampil di F1 pada GP Belanda 2026 bersama Racing Bulls setelah Isack Hadjar absen akibat cedera pergelangan tangan.
KPK mengungkap dugaan suap ratusan juta rupiah untuk masuk Fakultas Kedokteran Unsoed. KPK juga mendalami dugaan praktik di fakultas lain.