Kasus GMS Bantul, 31 Saksi Diperiksa, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Pengemis - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Untuk mengantisipasi maraknya anak jalanan, gelandangan dan pengemis (anjal gepeng) khususnya selama Ramadan, Satpol PP Sleman akan menggalakkan patroli selama 24 jam.
Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menerangkan jajarannya bakal menggencarkan patroli. "Kami menggencarkan patroli selama 24 jam. Ada pagi, siang sampai sore kemudian malam hari. Patroli dilakukan terus menerus," kata perempuan yang akrab disapa Evie tersebut, Rabu (13/3/2024).
Selain itu, Satpol PP juga bekerja sama dengan jawatan keamanan di masing-masing kapanewon untuk membantu menangani persoalan anjal dan gepeng.
"Kalau ada aduan terkait dengan anjal dan gepeng, harapan kami sudah bisa selesai di tingkat kapanewon, terutama kalau dia [anjal gepeng] beroperasi di wilayah kapanewon," katanya.
Pergerakan anjal dan gepeng selama Ramadan, menurut Evie, terbilang sporadis. Tidak hanya di sekitaran masjid, mereka juga beroperasi di sejumlah lokasi yang banyak terdapat dermawan memberikan sedekah, makanan gratis ataupun bantuan lainnya.
Oleh karena itu, Evie meminta masyarakat untuk menyalurkan bantuan kepada lembaga yang kompeten. Bila diberikan langsung kepada anjal dan gepeng, justru mendorong orang-orang untuk menggantungkan hidup dari bantuan.
BACA JUGA: Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Ditahan Rp14.000 per Liter Selama Ramadan
"Gunakan lembaga yang sah, sudah punya jalur untuk menyalurkan sedekah dan infak kepada yang membutuhkan," katanya.
Di sisi lain, penanganan anjal dan gepeng tidak bisa hanya mengandalkan penertiban. Harus ada pembinaan atau pembekalan keterampilan agar mereka tidak kembali ke jalan.
"Penanganan anjal, gepeng, maupun manusia silver tidak bisa hanya mengandalkan operasi penertiban. Mereka harus dibekali keterampilan atau didorong memiliki usaha. Kalau enggak, mereka akan kembali ke jalanan," ujarnya.
Sebelumnya, Dosen Departemen Sosiologi UGM, Andreas Budi Widyanta berpendapat fenomena mengemis tak luput dari persoalan mentalitas. "Mentalitas orang yang enggak mau bekerja," ujarnya
Menurut pria yang akrab disapa Abe tersebut, penting bagaimana membentuk mentalitas masyarakat yang giat bekerja. Bukan karakter yang malas bekerja dan bertumpu pada meminta-minta. Sayangnya, pembangunan karakter manusia yang giat bekerja menjadi problem.
Abe menilai mengemis merupakan tindakan orang yang tidak punya rasa malu. Mereka mengandalkan rasa iba, menjadikannya sebagai usaha manipulatif, padahal mungkin mereka bergelimang harta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Kecelakaan di Gedong Kuning Bantul tewaskan satu pengendara. Diduga akibat melawan arus, satu korban lainnya luka serius.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 4 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.