Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY melakukan koordinasi dengan Pemkot Jogja berkaitan dengan masalah sampah yang dalam waktu dekat akan diberlakukan program desentralisasi. TPA Piyungan yang akan resmi ditutup pada 15 April nanti mengharuskan kabupaten kota bergerak cepat menyelesaikan masalah sampah.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mengatakan, sampai sekarang rencana desentralisasi sampah masih sesuai dengan yang direncanakan. Meski sudah mencanangkan penutupan TPA Piyungan beberapa waktu lalu, tapi Pemda DIY masih memperbolehkan kabupaten kota membuang sampah ke lokasi itu.
BACA JUGA : Ini Alasan Pemda DIY Menutup Permanen TPA Piyungan Mulai Hari Ini
"Masih ada kuota ke sana total 350 ton per hari untuk tiga kabupaten kota. Nanti sampai akhir Maret masih dan kita evaluasi di akhir Maret untuk bulan April," katanya, Senin (18/3/2024).
Kusno menyatakan, Pemkot Jogja berencana untuk menambah kapasitas TPS3R untuk menampung pengolahan sampah di wilayahnya menyusul adanya penolakan warga Srimulyo yang tak ingin adanya pengolahan sampah dari Pemkot Jogja di TPA Piyungan.
"Kota sudah ada solusi untuk meningkatkan TPST di beberapa tempat untuk menghandel yang di TPA Piyungan, maka di titik tertentu ditingkatkan kapasitasnya untuk meningkatkan operasional," jelasnya.
DLHK DIY juga berkoordinasi dengan Pemkot Jogja soal antisipasi lonjakan sampah pada masa Ramadan dan Lebaran mendatang. Diakui memang ada peningkatan sampah di masa itu tetapi jumlahnya tidak terlalu signifikan lantaran kesadaran warga untuk mengolah sampah sudah semakin optimal.
"Memang Ramadan dan di Lebaran ada peningkatan tapi kami melihat tidak banyak, angkanya masih bisa terkendali. Ga banyak hanya kita saja yang kelihatan itu di Kota Jogja, Sleman dan Bantul ga kelihatan," ujarnya.
Ditambahkan Kusno, mau tidak mau kabupaten kota harus siap dengan program sampahnya masing-masing menuju desentralisasi mendatang. Sebab, instruksi soal itu sudah dikeluarkan sejak lama. "15 April sudah mulai desentralisasi penuh. Kan surat Gubernur sudah Oktober 2023 lalu artinya sudah enam bulan persiapan ke sana," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.