Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kapanewon Minggir dan Moyudan Sleman mengeluhkan kondisi Jalan Godean yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Sementara Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY menargetkan perbaikan ruas Jalan Godean yang rusak dan diprotes warga akan mulus kembali setelah Lebaran.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY, Windiarti Dwi Lestari menjelaskan, berdasarkan survei yang digelar pihaknya pada 2022 lalu sejumlah ruas Jalan Godean menjadi salah satu jalan yang paling sering dilewati oleh kendaraan di wilayah setempat. Bahkan jumlahnya mencapai ribuan satuan mobil penumpang (smp) per jam.
"Hasil survei menunjukkan ruas jalan Jogja-Kebonagung 1 atau depan McD Godean paling banyak dilewati saat sore hari pada jam 16.45 WIB-17.45 WIB dengan jumlah 1.806 smp/jam. Sementara pukul 07.00 WIB-08.00 WIB mencapai 1.018 smp/jam dan pukul 11.00 WIB-12.00 WIB di angka 1.005 smp/jam," katanya.
Sementara ruas jalan Jogja-Kebonagung 1 atau depan Ruko Bantulan jam sibuk pagi 07.00 WIB-08.00 WIB di angka 1.651 smp/jam; jam sibuk siang 11.00 WIB-12.00 WIB 1.481 smp/jam; dan jam sibuk sore 16.30 WIB-17.30 WIB sejumlah 1.833 smp/jam.
Sedangkan ruas jalan Jogja-Kebonagung 1 atau sentra Genteng pada jam sibuk pagi 06.15 WIB-07.15 WIB sejumlah 1.136 smp/jam, jam sibuk siang 11.00 WIB-12.00 WIB sebanyak 773 smp/jam dan jam sibuk sore 16.30 WIB-17.30 WIB sejumlah 1.171 smp/jam.
BACA JUGA: Kerap Makan Korban, Warga Mendesak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Godean
Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga DPUPESDM DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri menjelaskan untuk tahun ini ruas jalan yang diperbaiki hanya sepanjang 1,5 km lantaran keterbatasan anggaran. Adapun, titik pengerjaannya adalah di sebelah barat pasar Godean, tepatnya dimulai dari Jembatan Sambirejo 2 hingga SPBU Sidorejo.
"Anggaran untuk penanganannya Rp11 miliar, target pelaksanaan fisik konstruksi setelah Lebaran, karena H-7 dan H+7 lebaran ada surat edaran untuk tidak melaksanakan kegiatan lapangan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas di musim mudik Lebaran,"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
DPRD DIY menyoroti titik rawan kecelakaan di JJLS dan mengusulkan pemasangan pagar pengaman serta PJU secara bertahap.
Pakar UMY menyoroti risiko fiskal pengelolaan utang Whoosh, termasuk tenor 80 tahun dan potensi tekanan terhadap ruang anggaran publik.
Cara cek pre-order iPhone 18 Pro di iBox, Digimap, dan Erafone, termasuk voucher, pilihan warna, kapasitas, serta perkiraan harga global.
WNA China berinisial HW ditolak masuk Soetta meski visa masih berlaku setelah ada atensi terkait dugaan pencurian barang penumpang di pesawat Starlux.
Budidaya nangka di Gunungkidul bakal terus diperkuat untuk memenuhi pembuatan gudeg yang jadi makanan khas di DIY karena masih banyak datangkan dari luar daerah