Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—KPU Kota Jogja mulai menyosialisasikan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja 2024 jalur perseorangan. Jalur ini memang dibuka terlebih dahulu sebelum jalur partai yang masih menunggu perolehan kursi di DPRD Kota Jogja.
Hal ini sudah diumumkan melalui sosial media KPU Kota Jogja pada Senin (18/3/2024). Di situ disediakan link form dukungan serta persyaratan dukungan dan sebaran. Dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 321.645, presentase dukungan harus 8,5% dengan sebaran dukungan minimal di delapan kemantren.
Ketua KPU Kota Jogja, Noor Harsya Aryosamodro, menjelaskan sosialisasi pendaftaran perseorangan diumumkan melalui media sosial hingga Agustus. “Kemudian mereka mendaftar dan setelah mendaftar nanti kami melakukan administrasi, setelah administrasi kemudian kami akan ya menunggu juknisnya,” katanya, Selasa (19/3/2024).
Jalur perseorangan ini dibuka terlebih dahulu karena untuk jalur partai masih menunggu perolehan kursi di DPRD Kota Jogja dan semua tahapan setelahnya. “Ada perselisihan hasil pemilu atau tidak, kalau tidak ada kami menetapkan perolehan hasil kursi dan calon legislatifnya yang terpilih itu siapa. Kalau ada berarti kami harus menyelesaikan perselisihan hasil pemilu itu di MK dulu,” paparnya.
Baca Juga
Pengamanan Pilkada, Pemkot Jogja Anggarkan Rp2 Miliar
Bursa Calon Wali Kota Solo 2024-2029 Mulai Ramai, Dari Kaesang Hingga Yashinta Sekarwangi
Pemkot Jogja Serahkan Dana Hibah Pilkada 2024 Rp45,73 Miliar
Tahapan ini akan selesai pada Agustus pekan ketiga, yang setelah itu baru bisa dimulai pendaftaran jalur partai. “Pendaftaran di minggu ketiga kemudian dilanjutkan penelitian administrasi dan pemenuhan. Kalau yang perseorangan ini dimulai lebih awal hingga nanti terakhir juga nanti di bulan Agustus juga,” ungkapnya.
Dalam pengumuman calon perseorangan ini belum dicantumkan detail teknis pendaftarannya, melainkan baru persyaratan dukungan dan sebarannya. “Memang belum tercantum, ini kami baru tahap sosialisasi dulu. Sosialisasi mekanisme syarat prasyarat dan administrasi jumlah pendukungnya,” kata dia.
Ia mengakui sampai saat ini belum ada calon perseorangan yang berkomunikasi dengan KPU Kota Jogja sebelum pendaftaran. “Belum ada orang atau sekelompok orang yang mencari informasi terkait dengan pengumuman yang sudah kami sampaikan tadi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.