Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Ilustrasi kawasan Malioboro./Harianjogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja bersama Satlantas Polresta Jogja melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas yang diberlakukan saat libur Lebaran.
Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho menyebut kondisi arus lalu lintas diprediksi akan jauh lebih padat jika dibanding libur Nataru lalu.
Pasalnya, berdasarkan survei Kemenhub, akan ada 11,7 juta masyarakat yang akan beraktivitas di Jogja. Angka ini jauh lebih banyak sekitar 40% dibanding libur Nataru. Selain itu, aktivitas di jalan raya juga didominasi oleh kendaraan pribadi.
"Hampir 1,5 juta kendaraan mobil. Kalau di sistem kami satu mobil 4 orang. Kalau 11 juta, sedangkan hampir 70 persen menggunakan mobil pribadi. Sisanya ada pesawat, kereta, ada moda transportasi lain," katanya saat jumpa pers di Balai Kota Jogja, Senin (1/4/2024).
Agus mengatakan Kota Jogja juga memiliki keterbatasan lahan kantong-kantong parkir. Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk masyarakat untuk menikmati Malioboro dengan menaiki moda tranaportasi yang ada. Misalnya, dengain menaiki Bus Transjogja, becak, atau andong yang ada di sekitar Malioboro.
"Ya semuanya sabar, tidak harus bawa kendaraannya. Untuk menikmati Malioboro dari Tugu sampai Keraton sambil berjalan-jalan pun dekat. Kalau 1,5 juta kendaraan semua masuk ke Malioboro pasti melambat karena Yogyakarta tujuan, bukan perlintasan," ujarnya.
BACA JUGA: Polres Bantul Siapkan Rekayasa Lalin di Pantai Parangtritis selama Libur Lebaran 2024
Sebelumnya, Kasatlantas Polresta Jogja, AKP Maryanto menuturkan fokus rekayasa lalu lintas akan dilakukan di kawasan ring 1 atau di kawasan Malioboro. Pasalnya, puncak kepadatan lalu lintas diprediksi akan terjadi di seputaran Malioboro yang juga sekaligus menjadi ikon Kota Jogja.
Maryanto menjelaskan pintu masuk Malioboro akan diberlakukan sistem buka tutup, tergantung situasi dan kondisi. "Jika arus lalu lintas terlampau lancar, maka kendaraan yang menuju Malioboro bisa melalui Jalan Mataram ataupun Jalan Kleringan. Kendaraan juga bisa melaju ke Jalan Abu Bakar Ali," jelasnya.
Maryanto menambahkan, jika arus lalu lintas terpantau padat lancar, maka kendaraan dari simpang Gardu Aniem akan dialihkan lurus menuju Pasar Kembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.