Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Aktivitas di Terminal Giwangan tampak mulai padat pada puncak arus mudik hari ini, Sabtu (6/4/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA - Puncak arus mudik terjadi di Terminal Giwangan diprediksi terjadi hari ini, Sabtu (6/4/2024) hingga Minggu besok (7/4/2024). Pantauan Harianjogja.com, Sabtu siang kondisi Terminal Giwangan tampak belum terlalu ramai. Namun, beberapa bus antar kota antar provinsi dan bus tujuan luar pulau tampak menaikkan penumpang.
Kepala Terminal Giwangan Sigit Saryanto menyebut kepadatan terjadi pada pagi hari. Saat itu banyak bus yang baru tiba setelah menempuh perjalanan malam. Kepadatan akan kembali terjadi pada siang hari, saat jam keberangkatan dari Terminal Giwangan menuju luar daerah.
Sigit menyebut, kenaikan jumlah penumpang sejatinya telah terasa sejak dimulainya masa cuti bersama, Jumat (5/4). Dia mencatat, jumlah penumpang yang naik dan turun di Terminal Giwangan mencapai 12.700 penumpang dengan total 1.400 armada bus. Sebanyak 7.800 di antaranya naik dari Terminal Giwangan menuju daerah lain. Sementara, per Sabtu pagi telah ada 9.500 pergerakan penumpang.
"Itu jumlah antara pemberangkatan dan kedatangan," ujarnya saat ditemui di Terminal Giwangan, Sabtu (6/4).
Sigit mengatakan, ada beberapa daerah tertentu yang sejauh ini menjadi tujuan favorit. Wilayah luar Pulau Jawa yang paling banyak dituju adalah Lombok, Lampung, dan Palembang. Sedangkan, daerah di Pulau Jawa yang paling banyak dituju di antaranya Bandung, Jawa Barat dan disusul oleh wilayah Jakarta. Lalu, banyak juga penumpang yang tercatat menuju wilayah Jawa Timur seperti Surabaya, Jember, Probolinggo, Malang, dan sekitarnya.
"Paling banyak Surabaya, 24 jam tujuan Surabaya dilayani. Makanya paling banyak Surabaya," imbuhnya.
Sigit mengakui menjelang lebaran ini terjadi kenaikan harga. Menurut Sigit ini wajar, sebab kenaikan harga menjadi bagian dari mekanisme pasar. Pihaknya turut melakukan pemantauan. Hasilnya, kenaikan yang terjadi terbilang normal. Kenaikan harga tiket bus ekonomi mengikuti tuslah yang ditetapkan pemerintah. Sementara, kenaikan harga tiket bus non-ekonomi mengikuti permintaan pasar.
"Sejauh ini, misalnya tarif normal Rp300 ribu, yang jelas naik sampai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu. Tidak sampai di atas Rp 700 ribu karena itu di atas daya beli masyarakat," ungkapnya.
Sigit mengimbau kepada penumpang untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap kejahatan seperti copet dan jambret. Jika penumpang membutuhkan informasi, maka disarankan untuk bertanya langsung kepada petugas yang ada. Sigit memastikan dia telah menyebar petugas di banyak titik di Terminal Giwangan supaya lebih mudah dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
"Yang jelas kami secara keamanan dan kenyamanan kami prioritaskan dan kami dibantu kepolisian dan koramil," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.