PSEL Mampu Olah 1.000 Ton Sampah, DPRD Bantul Tetap Ingatkan Warga
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
Suasana kegiatan Karangwaru berbagi berupa pembagian paket lebaran kepada warga yang membutuhkan, Minggu (7/4/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kelurahan Karangwaru membagikan paket Lebaran kepada warga yang membutuhkan pada Minggu (7/4/2024). Kegiatan yang sudah terlaksana keenam kalinya itu berkolaborasi dengan perusahaan yang ada di sekitar lokasi.
Ketua LPMK Karangwaru, Subandono mengatakan total ada sebanyak 105 paket yang dibagikan pada kesempatan itu. Paket diberikan kepada anak yatim piatu, lansia dan juga penyandang disabilitas yang membutuhkan. "Dari tahun ke tahun kami gelar bergantian, tahun lalu di Blunyahrejo tahun ini di Petinggen dan tahun besok di kampung lainnya," kata Subandono, Minggu.
Pihaknya berharap setiap kampung di wilayah setempat bisa melaksanakan kegiatan serupa dengan dikoordinasikan melalui kelurahan, sehingga semua masyarakat di wilayah itu bisa merasakan momen kemenangan di hari Idulfitri.
"Kami kolaborasi dengan perusahaan dan industri untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan ini menyongsong hari kemenangan. Isi paketnya berupa sembako dan keperluan untuk lebaran, ada sirup, roti dan lainnya," kata dia.
BACA JUGA: Parcel dan Pernak-Pernik Lebaran Laris Diburu Masyarakat
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo menyebutkan semangat dan kolaborasi antarwarga di Karangwaru patut diapresiasi. "Karangwaru berbagi ini guyub rukunnya antarwarga di kampung Petinggen semangatnya kebersamaan dan kolaborasi dengan industri yang ada di wilayah sini. Ini momen yang tepat saat kita menyongsong lebaran," ujarnya.
Menurut Singgih, kegiatan ini sangat cocok jika ditiru oleh kampung lainnya di seluruh Jogja sehingga semua masyarakat dapat merasakan kebahagiaan dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan saya Lebaran. "Saya kira bisa jadi inspirasi bagi kampung lain karena di Jogja kan banyak sumber daya yang bisa diajak bersama-sama," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.