Kekeringan Meluas, BPBD Sleman Salurkan 198.000 Liter Air
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Ilustrasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) I Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul menjadi korban pencatutan nama dalam kasus penipuan pesanan katering.
Kepala Puskesmas Semin I, Jumantoro mengatakan tidak pernah memesan nasi sebanyak 60 kotak di empat warung di Semin.
Peristiwa ini bermula ketika seseorang yang mengaku bernama Risky Ilham dengan nomor 082143435503 sebagai pegawai Puskesmas Semin I menghubungi empat warung yang berbeda pada Minggu (7/4/2024) mulai dari pukul 09.58-10-04 WIB. Risky memesan nasi kotak untuk kegiatan pada Rabu (10/4/2024) pukul 16.00 WIB.
Beruntungnya, para pemilik warung merasa curiga terhadap pesanan tersebut. Mereka kemudian menghubungi nomor staf Puskesmas Semin I. Benar saja, mereka menjadi korban penipuan.
Puskesmas Semin I lantas mengambil beberapa tindakan antara lain menyampaikan ke rekanan katering bahwa tidak ada staf bernama Rizky Ilham, menginformasikan ke WhatsApp Group (WAG) Puskesmas Semin I, dan menginformasikan ke WAG forum kapanewon.
“Kami tidak melaporkan karena sementara ini tidak ada pihak yang dirugikan. Laporan di grup WhatsApp kapanewon juga sudah ada Kapolsek,” kata Jumantoro dihubungi, Senin (8/4/2024).
Baca Juga
Penipuan Modus Amdal Lalin Masih Marak, Ketua PHRI Gunungkidul Pernah Jadi Korban
Dijanjikan Kemudahan Akses Jalan, Pengusaha Resto Tertipu Petugas Palsu Kemen-PUPR
Nama Bupati Gunungkidul Dicatut untuk Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp1,9 Miliar
Ternyata, menurut Jumantoro kejadian tersebut juga terjadi tahun lalu menjelang Hari Raya Idulfitri. Dia mengatakan tindakan tersebut berkemungkinan menjadi modus pelaku untuk melakukan tindakan kejahatan lain.
Puskesmas Wonosari I pada Februari 2024 melalui akun Instagram @wonosarisatu juga melaporkan pencatutan nama pemesanan katering. Pelaku menggunakan nama Andri memesan nasi kotak seharga Rp31.000. Dia menggunakan nomor 085234534273.
Atas kejadian tersebut, Puskesmas Wonosari I meminta pihak katering yang menjadi korban penipuan agar melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke nomor 081262738673.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.