SPPG Patalan 2 Bantul Ditutup Permanen, Layanan MBG Empat Sekolah Bakal Dialihkan
BGN menutup permanen SPPG Patalan 2 di Jetis, Bantul, setelah dua kali kejadian keracunan. Pemkab berkoordinasi untuk mengalihkan layanan MBG empat sekolah.
Sejumlah wisatawan dan masyarakat merebut gunungan yang dibagikan dalam Garebeg Syawal 2024 di Masjid Gedhe Kauman, Kamis (11/4/2024). Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Yogyakarta kembali membagikan enam gunungan yang dikawal Bregada Prajurit dalam Garebeg Syawal tahun ini, Kamis (11/4/2024). Salah satu gunungan grebeg tersebut diberikan kepada Masjid Gedhe Kauman guna memperingati Idulfitri 2024.
Prosesi Garebeg Syawal dimulai di Keraton-Kagungan Dalem Masjid Gedhe sejak pukul 09.00 WIB. Ratusan masyarakat sudah menunggu untuk menyaksikan salah satu acara budaya tahunan itu. Sekitar kurang lebih pukul 11.00 WIB, gunungan yang dibagikan ke Masjid Gedhe dibagikan ke masyarakat.
Terdapat penyesuaian pelaksanaan Garebeg Syawal tahun ini. Kraton Yogyakarta menyediakan lima jenis gunungan, yakni dua Gunungan Kakung, satu Gunungan Estri, satu Gunungan Gepak, satu Gunungan Darat, dan satu Gunungan Pawuhan. Sehingga total terdapat enam buah gunungan. Terdapat satu titik tambahan yang menjadi lokasi pembagian ubarampe gunungan, yakni Ndalem Mangkubumen yang juga menerima sejumlah 50 buah.
Kahartakan Kraton Yogyakarta KMT Sarihartokodipuro mengatakan Garebeg Syawal tahun ini dikembalikan seperti semula di era Sultan HB VIII. Jika biasanya gunungan yang sudah dibagikan dirayah atau diperebutkan oleh masyarakat, kini diubah dan hanya dibagikan ke para pengunjung.
"Ini bertujuan agar kegiatan berjalan dengan baik dan pengunjung kebagian semua dan alhamdulillah semua kebagian karena kita dibantu dari TNI Polri dan keamanan," katanya.
Baca Juga
BREAKING NEWS: Dikembalikan ke Asal Tradisinya, Gerebek Syawal Tahun Ini Tak Ada Rayahan
6 Rangkaian Garebeg Mulud Sekaten 2023 di Kraton Jogja, Terbuka untuk Umum
Grebeg Maulud Kraton Jogja, Ratusan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi
Menurutnya, saat gunungan dirayah banyak kejadian yang dialami oleh para pengunjung. Ada yang kehilangan barang, jatuh atau terluka. Sekarang setelah diubah prosesi Garebeg Syawal berjalan dengan cukup lancar dan tertib. Sementara penambahan satu titik pembagian gunungan yakni Ndalem Mangkubumen memang sudah direncanakan oleh Kraton Yogyakarta.
"Kalau ke Mangkubumen memang waktu dulu juga begitu, setahu saya itu memang hak dari Ngarsa Dalem. Kepatihan dikasih, Mangkubumen dikasih dan Pakulaman juga dikasih. Memang strukturalnya begitu," jelasnya.
Kristiani, salah seorang pengunjung yang menyaksikan prosesi Garebeg Syawal mengaku sengaja datang ke lokasi itu lantaran penasaran. Wisatawan asal Jakarta itu memang tengah berlibur ke Jogja. Dirinya sudah tahu bahwasanya setiap lebaran selalu ada tradisi Garebeg Syawal.
"Ini pertama kali dan pengen lihat aja, rencana mau dibawa aja ke Jakarta gunungan yang didapat dan disimpan aja buat kenang-kenangan. Tadi dari jam 9 an nunggu, katanya kan berkah ya kalau dapat gunungan ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN menutup permanen SPPG Patalan 2 di Jetis, Bantul, setelah dua kali kejadian keracunan. Pemkab berkoordinasi untuk mengalihkan layanan MBG empat sekolah.
Denmark vs Portugal berlangsung Jumat (2/10) pukul 01.45 WIB. Ronaldo absen setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal.
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
Klasemen Asian Games 2026 terbaru, Indonesia naik ke peringkat 13 setelah Desak Made meraih emas speed putri.
Jadwal Asian Games 2026 Indonesia hari ini, dari final MLBB hingga panjat tebing Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo.
Harper Malioboro Yogyakarta bersama BPBD Kota Yogyakarta menggelar pelatihan evakuasi gempa untuk meningkatkan kesiapsiagaan staf menghadapi kondisi darurat.