Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 50.000 Korban PHK, Ini Syaratnya
Kemnaker membuka pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK pada 2024-2026. Simak syarat, pilihan pelatihan, fasilitas, dan cara daftar.
Ratusan warga antusias berebut gunungan Grebeg Maulud yang digelar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Jogja di Halaman Masjid Gedhe Kauman, Jogja, Kamis (28/9/2023). (ANTARA/Luqman Hakim)
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan warga antusias berebut gunungan Grebeg Maulud yang digelar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Halaman Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja, Kamis (28/9/2023).
Tujuh gunungan hasil bumi yang terdiri atas gunungan kakung, puteri, gepak, darat, pawuhan, dan dua gunungan jaler diarak ratusan prajurit dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Lima gunungan di antaranya diarak menuju Masjid Gedhe Kauman Jogja, sedangkan dua gunungan lainnya menuju Kantor Kepatihan dan Puro Pakualaman.
Mujiana, 52, warga Kabupaten Bantul berhasil mendapatkan isi gunungan berupa dua buah ketan berwarna merah setelah ikut berdesakan dengan warga. "Nanti akan saya berikan untuk cucu," ujar perempuan paruh baya itu dengan raut wajah bahagia.
Sedangkan, Martini, 70, warga Giwangan, Kota Jogja merasa wajib mendatangi setiap acara grebeg yang digelar Kraton Jogja tiga kali dalam setahun dengan harapan mendapatkan keberkahan.
"Sejak kecil saya sudah diajak orang tua mendatangi acara grebeg. Isi gunungan yang saya dapatkan akan saya simpan di lemari atau saya tanam di sawah agar berkah dan subur," ujar dia yang telah berada di halaman Masjid Gedhe sejak pukul 07.00 WIB.
BACA JUGA: Agen di Gunungkidul Minta Kenaikan HET Gas Melon
Atas pertimbangan usia, Martini tidak berani ikut berdesakan berebut isi gunungan dari dekat. "Saya hanya menunggu lemparan dari atas saja," ujar dia.
Beragam uba rampe atau isi gunungan yang diperebutkan warga terdiri atas hasil bumi seperti beras ketan, rengginang, wajik, hingga aneka sayuran yang ditancapkan pada bilah-bilah bambu. Setelah didoakan, gunungan itu ludes dalam waktu sekejap.
Penghageng II KHP Widya Budaya Kraton Jogja KRT Rintaiswara menjelaskan Grebeg Maulud merupakan salah satu rangkaian Hajad Dalem Sekaten yang digelar Kraton Jogja setiap tahun untuk memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Adapun gunungan merupakan perlambang sedekah Raja Kraton Jogja kepada rakyatnya. "Sayuran serta palawija yang menjadi bahan dalam Gunungan melambangkan bahwa sejatinya kita adalah masyarakat agraris," kata Rintaiswara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemnaker membuka pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK pada 2024-2026. Simak syarat, pilihan pelatihan, fasilitas, dan cara daftar.
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution yang melarang ASN di Sumut menggunakan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
DPRD DIY menyiapkan anggaran DED renovasi Stadion Mandala Krida dalam pembahasan APBD 2027. Nilainya menunggu perhitungan teknis.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pendataan calon penerima bansos di Bantul diperpanjang hingga akhir Desember 2026. Warga yang belum terdaftar masih bisa diusulkan.