32 Rumah Penerima Bantuan RTLH di Sleman Kantongi PBG Dispensasi
Sebanyak 32 PBG Dispensasi diterbitkan untuk penerima bantuan RTLH di Sleman melalui program BKK Arsitektur Khas Jogja yang didukung Danais.
Untung Cahyono (tengah berbaju putih) saat menyampaikan klarifikasi terkait khotbahnya pada Salat Idulfitri, di Baleayu, Sabtu (13/4/2024). (Harian Jogja/Stefani Yulindriani)
Harianjogja.com, BANTUL—Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tamanan Sujendro Nugroho mengaku pihaknya fokus pada festival anak saleh dan festival takbir yang diselenggarakan sebelum salat Idulfitri.
Menurutnya, peserta kedua event tersebut mencapai ratusan sehingga konsentrasinya terbagi disana. Akibatnya, dia tidak sempat mendiskusikan teks khotbah dengan Untung Cahyono selaku khotib dalam salat Idulfitri.
"Kami klarifikasi sebagai ketua PHBI [Tamanan] untuk menjembatani, jangan sampai ke depan menimbulkan masalah," ujarnya, di Baleayu, Sabtu (13/4/2024).
Baca Juga
Khotbah Salat Idulfitri di Tamanan Berbau Politik, Begini Penjelasan Kemenag Bantul
Penceramah Tamanan: Kami Minta Maaf telah Membuat Warga Terganggu
UAD Nyatakan Penceramah di Tamanan Untung Cahyono Tak Lagi Mengajar sejak 2022
Dia pun mengaku tidak mengetahui mengenai materi khotbah sebelumnya. "Untuk masalah seperti itu sebagai instrospeksi saya untuk evaluasi," imbuhnya.
Sebelumnya, kejadian ini bermula saat Salat Idulfitri di Lapangan Tamanan, Banguntapan, pada Rabu (10/4/2024). Saat itu, Jemaah salat Id sedikit demi sedikit meninggalkan lokasi saat khotib khotbah mengeni politik.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Ahmad Sidqi, mengatakan mengetahui kejadian tersebut pada Kamis (11/4/2024). "Saya juga baru mendapat informasi malam ini [Kamis, 11/4/2024]. Ini saya crosscheck ke jajaran di wilayah tersebut," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon pada Kamis (11/4/2024).
Ahmad juga mengakui bahwa di tengah Untung Cahyono memberikan khotbah, ada sebagian jemaah yang meninggalkan lapangan setelah menyimak isi khotbah. "Sebagian jemaah pergi meninggalkan lapangan setelah menyimak isi materi khotbah yang menyindir salah satu ayat Alquran yang mengaitkan dengan kecurangan pemilihan umum [pemilu]," katanya.
Dari keterangan Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tamanan, ada sekitar 25% jemaah yang meninggalkan lokasi. Ahmad menuturkan sebagian jemaah merasa tidak nyaman mendengar khotbah lalu meninggalkan saf salat, dan berangsur diikuti jemaah yang lain. Bahkan sebelum khotbah berakhir, sudah lebih dari separuh jemaah meninggalkan tempat salat.
"Sepanjang pengamatan dan pantauan Bhabinkamtibmas [dari informasi KUA Tamanan yang berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Tamanan], jemaah hanya kecewa dengan isi khotbah dan menggunjingkan panitia yang menggunakan khotib yang demikian," kata Ahmad Sidqi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 32 PBG Dispensasi diterbitkan untuk penerima bantuan RTLH di Sleman melalui program BKK Arsitektur Khas Jogja yang didukung Danais.
BI memperbesar diskon hedging hingga 45% untuk menarik modal asing. Ekonom mengingatkan risiko ketergantungan pada arus modal jangka pendek.
Mbah Wariyana di Bantul berjualan jajanan dengan penghasilan Rp35.000 sehari demi memenuhi kebutuhan hidup dan merawat cucunya yang disabilitas.
Soundrenaline Sana Sini digelar di Ambarrukmo District, Jogja, 31 Oktober 2026, menghadirkan The SIGIT, Efek Rumah Kaca, HIVI!, dan lainnya.
Rupiah melemah 0,17% ke Rp18.022 per dolar AS setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.