Bantul Petakan SDM Kesehatan 5 Tahun, Antisipasi Kekurangan Nakes
Pemkab Bantul petakan kebutuhan tenaga kesehatan 5 tahun ke depan. Meski rasio nakes ideal, antisipasi kekurangan tetap disiapkan.
Barisan kendaraan yang didominasi roda empat mengular di Pertigaan Kranggan, Bokoharjo atau di selatan Candi Prambanan, Sleman, Jumat (12/4/2024). Polda DIY memprediksi puncak arus kendaraan pada Minggu (14/4/2024).Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata DIY mengklaim kunjungan wisatawan selama libur lebaran tahun ini cukup menggembirakan dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya saja data detail soal jumlah kunjungan hingga kini belum dihitung secara keseluruhan.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan, pihaknya masih berupaya mengumpulkan data lengkap soal kunjungan wisatawan selama libur lebaran ini. Baik itu yang berkunjung ke destinasi wisata, kampung wisata, maupun desa wisata dan pusat kuliner favorit. Namun berdasarkan pengamatan kasat mata, kunjungan wisata di libur lebaran tahun ini diklaim bagus.
BACA JUGA: Di Jogja, Lama Kemacetan Maksimal Hanya 10 Menit Selama Libur Lebaran
"Pandangan secara umum lebaran tahun ini yang jumlah harinya 10 hari, lebih panjang dari tahun sebelumnya yang 8 hari saya melihat pergerakan wisatawannya cukup menggembirakan," katanya, Selasa (16/4/2024).
Singgih menyatakan, dari sisi kunjungan memang ada destinasi yang mengalami peningkatan dan juga berkurang tapi terdapat tren baru soal karakteristik kunjungan wisata pada tahun ini. Wisatawan cukup banyak yang berkunjung ke destinasi wisata yang tidak hanya menyediakan panorama alam tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas kuliner.
"Ada perubahan perilaku memang jadi dia bisa menikmati pemandangan juga kulinernya. Juga wahana baru yang menantang mereka suka," jelasnya.
Singgih belum mau menyebut apakah wisatawan yang berkunjung tahun ini lebih banyak dibanding sebelumnya, meski secara kasat mata terlibat demikian. Pihaknya masih menunggu hasil perhitungan resmi. Di sisi lain arus lalu lintas selama libur lebaran lalu juga secara umum lancar meski terjadi kepadatan di beberapa titik.
"Kepadatan terjadi tapi macet tidak parah tetap bergerak. Itu bentuk kesiapan petugas dari polisi dan dishub yang mengatur dengan optimal," jelasnya.
BACA JUGA: BPBD DIY Catat Sejumlah Kejadian Selama Libur Lebaran, Berikut Daftarnya
Sementara PHRI yang menyebut bahwa okupansi hotel selama lebaran lalu mencapai 80-90 persen, menurut Singgih merupakan capaian yang signifikan. Wisatawan yang menginap disebutnya juga cukup merata tidak hanya di Kota Jogja tetapi juga di kabupaten lain.
"Sektor ekraf, baik itu oleh-oleh dan kerajinan tangan saya kira juga naik. Tentu berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jogja," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul petakan kebutuhan tenaga kesehatan 5 tahun ke depan. Meski rasio nakes ideal, antisipasi kekurangan tetap disiapkan.
Timnas Indonesia menang 1-0 atas Mozambik di GBK. Gol Ole Romeny dan aksi Maarten Paes jadi kunci kemenangan Garuda.
Shin Tae-yong hadir di GBK saat Timnas Indonesia vs Mozambik, sorot perhatian publik dan kenang kiprahnya bersama Garuda.
Survei DEN mengungkap program MBG berdampak besar pada UMKM, serap tenaga kerja lokal dan ciptakan ekosistem ekonomi baru.
Humas Pemda DIY mendominasi penerimaan Government Social Media (GSM) Award 2026 dengan menyapu bersih seluruh kategori penghargaan tingkat pemerintah provinsi.
Baznas Kulonprogo telah membedah 30 RTLH hingga Juni 2026 dan menargetkan 60 rumah layak huni hingga akhir tahun.