Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Proses pembangunan jalan alternatif Sleman ke Gunungkidul di ruas jalan Prambanan-Gayamharjo dan Gayamharjo-Gading yang terhubung dengan Exit Tol Jogja Solo di Bokoharjo, Prambanan./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo-Prambanan membutuhkan anggaran sekitar Rp555 miliar. Untuk tahun ini, Pemda DIY mengalokasikan Rp20 miliar yang dipergunakan membangun di 2024.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri mengatakan, Pemerintah DIY mendapatkan jatah pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo-Prambanan di segmen B. Segmen ini menghubungkan antara perbatasan dengan Gunungkidul di Padukuhan Lemahbang sampai di Kalurahan Sambirejo, Prambanan.
“Total Panjang yang kami garap 4,33 kilometer dan tahun ini mendapatkan pagu sekitar Rp20 miliar untuk membangun ruas sepanjang 350 meter,” kata Kwaryantini, Senin (13/5/2024).
Meski sudah ada pagu anggarannya, namun untuk kelanjutan pembangunan belum bisa dilakukan. Pasalnya, hingga saat ini masih dalam tahap perencanaan dan belum masuk proses lelang pengadaan untuk rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. “Sekarang masih dalam perisapan pengadaan konsultan pengawas. Jadi, belum masuk lelang pengerjaannya,” katanya.
Ia tetap optimitis target pengerjaan di tahun ini bisa terpenuhi, meski sekarang sudah hampir memasuki pertengahan 2024. Dia juga memastikan, pengerjaan tetap menggunakan tahun Tunggal yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran. “Tidak ada skema multiyear untuk pembangunan. Sekarang, masih ada waktu sekitar tujuh bulan dan kami yakin bisa menyelesaikan yang jadi target di 2024,” katanya.
Selain pembangunan di segmen B di sisi timur, juga ada rencana pembangunan di segmen A di sisi barat. Pihaknya sudah mengajukan pembangunan sepanjang dua kilometer melalui program jalan inpres daerah. “Sudah diajukan dan mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” katanya.
BACA JUGA: Ruas Gayamharjo-Prambanan Sleman Butuh Anggaran Setengah Triliun Rupiah
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo-Prambanan, Andi Kurniawan Dharma mengatakan ruas jalan alternatif yang belum terbangun sepanjang 9,08 kilometer. Total dibutuhkan untuk menyelesaikan jalur baru ini senilai Rp555 miliar.
“Untuk segmen A [sisi barat] dengan Panjang 4,73 kilomenter butuh anggaran sekitaR Rp268,8 miliar. Sedangkan segmen B di sisi timur yang panjangnya 4,35 kilometer butuh biaya Rp286,2 miliar,” katanya.
Lurah Gayamharjo, Parwoko mengatakan, warga antusias dengan pembangunan jalan baru yang menghubungkan Sleman dengan Gunungkidul. Pasalnya, ruas yang belum terhubung tinggal menyisakan di wilayah Sleman mulai dari Gayamharjo menuju Bokoharjo di Kapanewon Prambanan.
Untuk pembebasan lahan, ia mengaku tidak masalah dikarenakan ganti rugi sudah dibayarkan sejak 2022 lalu. “Jadi tidak ada masalah dan tinggal realisasi pembangunannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.