Pemkot Jogja Kejar Lahan Fasum, 161 Usulan Belum Terpenuhi
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Wisata Pantai Parangtritis, Bantul - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp823 juta selama libur panjang Kenaikan Yesus Krsitis dari 9-12 Mei 2024.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo menjelaskan jumlah kunjungan wisatawan di Bantul selama libur panjang 9-12 Mei 2024 mencapai 56.872 orang. Kamis 9 Mei mencatatkan angka kunjugan tertinggi mencapai 16.233 orang, kemudian pada 10 Mei 2024 dengan jumlah pengunjung terendah di angka 11.164 orang.
BACA JUGA : Dispar Catat 40.118 Pengunjung Berwisata di Bantul saat Libur Panjang
Dari kunjungan wisata tersebut PAD yang diraih mencapai Rp823 juta dengan rincian 9 Mei 2024 mencapai Rp234 juta, pada 10 Mei 2024 mencapai Rp161 juta. Kemudian PAD pada 11 Mei 2024 mencapai Rp184 juta, serta PAD pada 12 Mei 2024 mencapai Rp242 juta.
Pantai Parangtritis dan Depok masih menjadi destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Berdasarkan catatan Dinpar Bantul, selama long weekend kemarin, kunjungan wisatawan ke Pantai Parangtritis dan Pantai Depok mencapai 46.287 orang dan berhasil mencapai PAD hingga Rp671 juta.
"Kunjungan tertinggi [Pantai Parangtritis dan Depok] pada 9 Mei 2024 yang mencapai 12.973 orang. PAD yang berhasil diraih [9/5/2024] mencapai Rp188 juta. Untuk kunjungan terendah disana pada 10 Mei 2024, dengan 9.743 orang pengunjung. PAD yang diraih mencapai Rp141 juta," ujarnya, Selasa (14/5/2024).
Capaian PAD tersebut cukup tinggi dibandingkan libur panjang sebelumnya, lantaran Pemkab Bantul telah menerapkan retribusi terbaru. Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul, Yohanes Hendra mendorong agar peningkatan retribusi masuk ke destinasi wisata Bantul diikuti dengan peningkatan akses dan fasilitas destinasi wisata.
"Kami berharap PAD yang masuk ke Dinpar Bantul bisa dikembalikan lagi ke masyarakat, terutama pada wilayah yang infrastrukturnya masih perlu ditingkatkan," ujarnya.
Ia menilai sejumlah destinasi wisata di Bantul bisa menjadi destinasi wisata prioritas, namun harus ditunjang infrastruktur yang memadai. Akses beberapa destinasi wisata masih perlu ditingkatkan, contohnyadi Dlingo yang akses penerangan jalan masih belum memadai.
Selain itu, perlu ada penambahan fasilitas di destinasi wisata untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. "Kalau bicara Pantai Parangtritis infrastrukturnya enak. Dengan adanya kenaikan retribusi di Pantai Parangtritis, harus ditunjang dengan fasilitas," katanya.
Peningkatan akses dan fasilitas di destinasi wisata, akan berdampak pada peningkatan kenyamanan wisatawan. Dengan begitu, maka kunjungan wisatawan akan meningkat pula. "Jangan sampai kita promosi, tetapi infrastruktur [akses] ke lokasi tidak ada [ditunjang]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.