Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Seorang warga melintasi jalan di depan SMPN 2 Prambangan yang sempat rusak akibat aktivitas penambangan. Selasa (14/5/2024) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Jalan rusak akibat aktivitas penambangan tanah urug untuk tol Jogja-Solo di depan SMP Negeri 2 Prambanan di Kalurahan Sumberharjo, kini telah diperbaiki. Warga berharap kerusakan jalan tidak terjadi lagi.
Salah seorang pengguna jalan di Kalurahan Sumberharjo, Gunawan mengatakan, perbaikan jalan rusak dilakukan sekitar satu minggu yang lalu. Adapun kondisinya sekarang sudah mulus sehingga aktivitas bisa lebih lancar.
“Sebelum diperbaiki, jalannya rusak parah. Kalau tidak ada hujan kondisinya berdebu, sedangkan saat hujan lincin dan banyak lubang sehingga pengendara harus berhati-hati,” katanya, Selasa (14/5/2024).
BACA JUGA: Soal Nilai Ganti Rugi Lahan Tol Jogja-YIA, Warga Minta Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Menurut dia, perbaikan terbagi dalam dua ruas. Ruas pertama berada di sisi timur jembatan dengan Panjang sekitar 100 meter. Adapun ruas kedua berada di sisi barat dengan total ruas sekitar 300an meter.
“Kedua titik ini yang mengalami kerusakan paling parah. Kalau sekarang kondisinya sudah mulus,” katanya.
Gunawan berharap jalan yang sudah diperbaiki bisa berlangsung lama dan tidak kembali rusak. Ia tidak menampik jalur ini menjadi salah satu jalan alternatif menuju Gunungkidul.
“Kalau ingin terhindar macet dari jalur utama Jogja-Wonosari, maka pengendara akan lewat jalur ini,” katanya.
Lurah Sumberharjo, Kurniawan Widiyanto mengatakan untuk jalan rusak akibat aktivitas penambangan sudah diperbaiki beberapa hari lalu. Kondisi jalan yang sempat dikeluhkan warga juga sudah kembali mulus.
Disinggung mengenai aktivitas penambangan, ia mengakui hingga sekarang sudah tidak terlihat lagi. “Memang kerusakan akibat lalu lalang truk muatan urug yang melintas. Tapi, hingga sekarang sudah tidak terlihat lagi,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Zaini Anwar mengatakan, kerusakan jalan di depan SMP Negeri 2 Prambanan yang sempat viral sudah selesai diperbaiki. Meski demikian, ia mengakui perbaikan bukan dilakukan pemkab, melainkan oleh pihak jalan tol.
“Sudah diperbaiki oleh pihak tol,” katanya.
Menurut dia, perbaikan yang dilakukan oleh pihak tol karena kerusakan jalan diduga karena aktivitas penambangan. Tanah-tanah urug yang dihasilkan dibawa oleh truk-truk pengangkut guna kepentingan pembuatan jalan tol.
“Jadi saat viral langsung ada koordinasi untuk perbaikan. Pihak tol pun setuju untuk memperbaikinya,” katanya.
Dia menambahkan, untuk ruas jalan kabupaten masih ada yang kondisinya rusak. Upaya perbaikan juga terus dilakukan, namun pelaksanaan secara bertahap karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pemkab.
“Terus ada upaya perbaikan dan tahun ini ada beberapa ruas yang diperbaiki dengan peningkatan status jalan. Untuk prosesnya masih dalam tahap perencanaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.