Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Suasana rumah duka warga meninggal berinisial WA yang diduga keracunan makanan di Kalurahan Playen, Playen, Gunungkidul, Senin (27/5/2024). /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Korban dugaan keracunan makanan yang terjadi di Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Playen, Gunungkidul bertambah satu orang. Dengan demikian total ada dua korban meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Ismono membenarkan bahwa ada satu orang berumur 60 tahun meninggal akibat dugaan keracunan makanan. "Tambah satu meninggal dan sempat dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Jogja. Tadi tim Dinkes DIY dan Kabupaten, Panewu, Polsek setempat melakukan penyelidikan epidemiologi," kata Ismono dikonfirmasi, Senin (27/5/2024).
BACA JUGA : Dugaan Keracunan Makanan di Gunungkidul: Satu Orang Meninggal Dunia, Empat Dirawat
Lurah Ngawu, Wibowo Dwi Jadmiko mengatakan korban meninggal kali ini yang berinisial WA masih satu kerabat dengan korban bocah 9 tahun yang meninggal sebelumnya. "Anak kecil yang meninggal beberapa hari lali adalah cucu dari kakaknya Pak WA," kata Jadmiko.
Jadmiko menceritakan kejadian berawal dari syukuran atas keberhasilan dalam karir yang digelar di salah satu rumah keluarga tersebut di Padukuhan Tumpak pada Kamis (23/5/2024) malam. Keluarga tersebut memasak sendiri dengan sambel, ayam, dan urap. Jumat (24/5/2024) pagi, mereka mengalami mual dan diare.
Dua dari keluarga itu meninggal yaitu anak umur umur sembilan tahun berinisial KAS meninggal pada Sabtu (25/5/2024) dan WA pada Minggu (26/5/2024).
KAS dimakamkan pada hari yang sama, sedangkan WA dimakamkan pada Senin (27/5/2024) siang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nduwet, Playen.
BACA JUGA : Diduga Keracunan Makanan Hajat Syukuran, Lima Warga Playen Dirawat di RS
Dia juga belum mendapat informasi penyebab kematian dua warga tersebut. Hanya, dia memastikan sanitasi di wilayahnya aman. Sanitasi berkaitan erat dengan bakteri Escherichia coli (E-coli).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun
Residivis berinisial FAPP ditangkap polisi setelah mencuri puluhan bungkus rokok senilai Rp3 juta dari warung di Dlingo, Bantul, dengan modus berpura-pura menja
Anthropic menghentikan evaluasi keamanan siber setelah menemukan tiga insiden Claude yang sempat mengakses internet dan sistem nyata saat pengujian
UBS Global Wealth Report 2026 mencatat kekayaan dunia tumbuh 10,8 persen pada 2025. Swiss masih menjadi negara dengan rata-rata kekayaan tertinggi.
Meta gelontorkan Rp2.617 triliun untuk bangun infrastruktur AI. Laba turun, saham sempat merosot. Visi personal superintelligence Zuckerberg harus dibayar mahal