Gunungkidul Dorong Sport Tourism Lewat Kejurnas Sepatu Roda
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Hatri Nur Handaya./PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 27 Mei selalu menjadi kenangan pahit bagi warga Jogja. Titimangsa itu diingat dengan peristiwa gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter yang mengguncang Jogja dan sekitarnya. Bumi Mataram berduka, rumah dan bangunan luluh lantak, banyak korban jiwa bergelimpangan.
Kenangan pahit tersebut juga masih diingat oleh sebagian mantan pemain PSIM Jogja. Sabtu pagi 27 Mei 2006 silam itu Laskar Mataram tengah menjalani kompetisi Divisi Utama 2006.
Sejumlah pemain sedang menikmati sarapan pagi di mes pemain. Mereka akan melakukan pertandingan away ke Pasuruan. Suasana yang semula tenang tiba-tiba berubah menjadi kepanikan.
“Kami lagi persiapan ke Pasuruan, sudah mandi, saya baru makan. Tiba-tiba mes bergoyang. Sampai piring saya bawa keluar,” kenang salah satu pemain PSIM Jogja, Hatri Nur Handaya, Senin (27/5/2024).
Di waktu yang bersamaan sejumlah offisial PSIM Jogja sudah berada di Bandara Adi Sutjipto. Mereka bersiap untuk terbang ke Surabaya dalam rangka lawatan ke Pasuruan.
“Jam 05.00 WIB kami sudah siap ke bandara, kami sudah berangkat terlebih dahulu. Para perangkat seperti dokter dan pelatih juga sudah berangkat dahulu, terus nanti pemain baru menyusul. Jam 06.00 kurang itu keluar semua yang di bandara. Tidak jadi berangkat,” kisah Kepala Fisioterapi PSIM Jogja musim itu Haris Budi Setyawan.
Setelah peristiwa itu, tim asuhan Sofyan Hadi kala itu memutuskan untuk tetap berangkat ke bandara. Saat sudah sampai di bandara, mereka tidak jadi terbang ke Surabaya. Masih adanya beberapa gempa susulan dan demi keselamatan tim, para pemain dan offisial memutuskan untuk kembali ke mes pemain.
Gempa tersebut memaksa PSIM Jogja, bersama klub lain asal DIY, PSS Sleman mengundurkan diri dari kompetisi Divisi Utama 2006. Keputusan ini diambil bukan hanya karena kondisi fisik dan emosional para pemain dan official yang terguncang, tetapi juga karena infrastruktur dan fasilitas latihan yang rusak akibat gempa.
Di musim itu, PSSI meniadakan degradasi bagi kedua tim asal DIY tersebut. Namun tak mau terpuruk terlalu lama, PSIM Jogja kembali bergabung di kompetisi musim berikutnya.
BACA JUGA: Monumen Gempa Potrobayan, Mengenang 18 Tahun Gempa Bantul di Episentrumnya
Gempa Jogja 27 Mei 2006 tetap menjadi kenangan yang takkan pernah dilupakan oleh para penggawa PSIM Jogja. Peristiwa ini menjadi bagian dari sejarah klub, mengingatkan mereka akan kekuatan, ketangguhan, dan semangat juang yang tetap menyala meskipun menghadapi tantangan berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Time Out rilis 20 kota terbaik untuk Gen Z 2026. Tokyo juara, disusul Porto dan Melbourne. Simak kriteria dan daftar lengkapnya di sini.
Bank Indonesia membuka rekrutmen PCPM Angkatan 41 tahun 2026. Simak 21 jurusan yang dibutuhkan, syarat, jadwal, dan cara pendaftarannya.
Pemkab Temanggung mengalokasikan Rp481 juta untuk mendukung Pilkades 2026 di 14 desa. Dana digunakan untuk kebutuhan penyelenggaraan pemilihan.
Persib Bandung kembali kena sanksi larangan registrasi pemain FIFA selama 3 periode terkait kasus mantan pelatih Robert Alberts. Manajemen janji selesaikan.
The Odyssey resmi jadi film terlaris Christopher Nolan dengan Rp19,6 triliun. Kalahkan Dark Knight Rises, pecahkan rekor IMAX, dan siap tayang di China