Materi Pencegahan Perilaku Berisiko Dinilai Harus Humanis
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Ilustrasi polisi menangkap kriminal (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul berhasil menangkap dua pelaku pencurian beras di Gudang Penggilingan Gabah 'Sari Beras' di Gading Lumbung, Donotirto, Kretek, Bantul pada Desember 2023 lalu. Peristiwa itu mengakibatkan pemilik gudang, Patmi Harsiwi, 33, mengalami kerugian mencapai kurang lebih Rp53 juta.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana membenarkan penangkapan pelaku pencurian karung beras di penggilingan gabah tersebut. "Iya benar, kami telah berhasil menangkap pelaku pencurian beras seberat hampir 4 ton yang terjadi di Penggilingan Gabah ‘Sari Beras’ Gading Lumbung bulan Desember tahun 2023 lalu," kata Jeffry dalam keterangan persnya, Kamis (30/5/2024).
Jeffry menyebut ada dua pelaku yang diamankan, masing-masing berinisial AMR, 34, dan IJA, 36, keduanya warga warga Bojong, Pekalongan, Jawa Tengah.
“Kedua pelaku kita amankan ditempat persembunyiannya di Jombang Jawa Timur pada Selasa (28/5/2024) lalu,” ungkap Jeffry.
Baca Juga
Sempat Buron 5 Bulan, Dua Pelaku Pencurian Beras di Kretek Bantul, Diringkus Polisi
PENCURIAN SLEMAN : Berbekal Jagung dan Beras, Curi Ayam di Perkampungan
Bupati Gunungkidul Minta Jaga Warga Awasi Wilayah dari Peredaran Narkoba
Dari keterangan para pelaku, kata Jeffry, pada saat melakukan aksinya, mereka mengangkut beras hasil curian menggunakan mobil Toyota Hiace dan dibawa ke Pekalongan. “Beras hasil hasil curian sudah dijual semuanya di Pekalongan dan laku Rp32 juta,” imbuh Jeffry.
Hingga saat ini, polisi masih mengembangkan kasus pencurian beras tersebut. “Kami masih mencari barang bukti lain dalam kasus ini, seperti mobil yang digunakan untuk mengangkut,” ucap Jeffry.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus pencurian beras terjadi di Gudang Penggilingan Gabah 'Sari Beras' di Gading lumbung, Donotirto, Kretek, Bantul. Jeffry menerangkan, kejadian pencurian itu diketahui pada Sabtu (23/12/2023) sekitar pukul 06.30 WIB.
“Awalnya Patmi Harsiwi mendapatkan telepon dari salah seorang warga, yang menyampaikan jika tempat penggilingan gabah miliknya ditengarai dibobol maling,” ujarnya.
Memperoleh informasi itu, Patmi yang merupakan warga Prenggan, Sidomulyo, Bambanglipuro, bergegas menuju lokasi.
Sesampainya di penggilingan, ia mendapati pintu dalam kondisi terbuka dan rusak jebol akibat dibuka secara paksa. Ia kemudian mengecek keadaan gudang penyimpanan beras. "Setelah di cek ternyata beras ketan sebanyak 900 Kg dan beras jenis 64 sebanyak 3000 Kg hilang," beber Jeffry.
Selain menggasak hampir 4 ton beras, lanjutnya, para pelaku juga membawa DVR atau rekaman kamera CCTV yang terpasang di kompleks tempat kejadian perkara (TKP). “Kejadian itu mengakibatkan korban mengalami kerugian Rp53 juta,” kata dia.
Para pelaku dijerat pasal 363 KUHP tetntang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya paling lama 7 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.