Rumah Studi De Britto Jadi Ruang Belajar Karakter di Tengah Era AI
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Ilustrasi pompa air untuk irigasi sawah./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa ada sebanyak 21 kelompok tani (KT) di Gunungkidul telah mendapat bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pompa air ini menjadi salah satu solusi mengatasi sulitnya sumber air.
Bantuan itu juga merupakan program pompanisasi pemerintah pusat untuk mengakselerasi produksi padi di seluruh wilayah di Indonesia termasuk Gunungkidul.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan Kapanewon Semin menjadi wilayah dengan KT penerima bantuan pompa air terbanyak mencapai 16 kelompok. Adapun Wonosari dengan tiga kelompok, lalu Semin dan Paliyan masing-masing satu kelompok.
Kata dia, ke-21 kelompok itu juga telah menggunakan bantuan pompa untuk mengairi lahan pertanian sebagaimana di KT Ngudi Raharjo, Kalurahan Sumberejo, Semin. Lahan yang jadi objek pengairan menggunakan bantuan pompa kelompok itu adalah sawah tadah hujan dengan indeks pertanaman (IP) 100.
Sumber air yang ditarik berasal dari Sunga Oya. Jarak sungai dari lahan yang akan diairi sekitar 100-300 meter. Sungai itu, kata Raharjo juga mengalami penurunan debit air dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat menjadi kendala irigasi pertanian.
Namun, KT Ngudi Rahajo mendapat pompa ukuran 4 inci. Dengan begitu, kelompok dapat dengan mudah memindah pompa menyesuaikan situasi dan kondisi. “Pemasangan pompa dapat membantu mengairi lahan seluas 15 hektare [ha],” kata Raharjo dihubungi, Minggu (2/6/2024).
Lebih jauh, Raharjo menjelaskan bahwa program pompanisasi pemerintah pusat berhilir pada swasembada padi 2024. Guna mencapai tujuan tersebut, optimalisasi air menjadi salah satu kuncinya.
BACA JUGA: Bantul Beri Bantuan 88 Mesin Pertanian untuk Kelompok Tani
Hanya, optimalisasi itu dilakukan secara kolaboratif. Pasalnya, KT hanya memiliki kewenangan memanfaatkan air di sumber-sumber tertentu yang dapat memenuhi kebutuhan air irigasi skala kecil/rumah tangga tani. Seperti halnya dengan irigasi Simo, Ponjong yang menjadi kewenangan DPUP-ESDM DIY atau irigasi pompa air tanah dalam di Pulutan dan Sayangan yang menjadi kewenangan DPUPRKP Gunungkidul. “Kami hanya membantu sampai tingkat Poktan [KT] yang membutuhkan paling lima hingga sepuluh hektar area itu saja,” katanya.
Pemkab Gunungkidul melalui DPP juga mendukung program akselerasi produksi padi melalui berbagai bantuan seperti cultivator, traktor, dan paddy mower. “Cultivator dan traktor sudah kami distribusikan Maret 2024 kemarin. Kurang paddy mower,” katanya.
Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi juga telah mengatakan Kementan sebenarnya mengalokasikan bantuan pompa air untuk Gunungkidul sebanyak 26 unit. Hanya, penyaluran dilakukan secara bertahap.
Terkait program akselerasi produksi padi, dia mengaku Pemkab Gunungkidul juga mendorong masa panen yang biasanya satu kali dalam setahun menjadi lebih dari satu kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Porsche akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja hingga 2035 sebagai bagian restrukturisasi di tengah penurunan penjualan di China dan melambatnya pasar kendar
Apple rilis iOS 26.6 dengan 75 perbaikan keamanan, persiapan Spotlight untuk iOS 27, dan notifikasi kontak. Update iPhone Anda sekarang!
LinkedIn diselidiki otoritas Texas atas dugaan menampilkan lowongan kerja palsu atau ghost jobs yang disebut dapat merugikan pelanggan layanan Premium.
China menghadapi tekanan menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah gagal menempatkan wakil putra di final China Open 2026.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren