PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Ilustrasi pompa air untuk irigasi sawah./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa ada sebanyak 21 kelompok tani (KT) di Gunungkidul telah mendapat bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pompa air ini menjadi salah satu solusi mengatasi sulitnya sumber air.
Bantuan itu juga merupakan program pompanisasi pemerintah pusat untuk mengakselerasi produksi padi di seluruh wilayah di Indonesia termasuk Gunungkidul.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan Kapanewon Semin menjadi wilayah dengan KT penerima bantuan pompa air terbanyak mencapai 16 kelompok. Adapun Wonosari dengan tiga kelompok, lalu Semin dan Paliyan masing-masing satu kelompok.
Kata dia, ke-21 kelompok itu juga telah menggunakan bantuan pompa untuk mengairi lahan pertanian sebagaimana di KT Ngudi Raharjo, Kalurahan Sumberejo, Semin. Lahan yang jadi objek pengairan menggunakan bantuan pompa kelompok itu adalah sawah tadah hujan dengan indeks pertanaman (IP) 100.
Sumber air yang ditarik berasal dari Sunga Oya. Jarak sungai dari lahan yang akan diairi sekitar 100-300 meter. Sungai itu, kata Raharjo juga mengalami penurunan debit air dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat menjadi kendala irigasi pertanian.
Namun, KT Ngudi Rahajo mendapat pompa ukuran 4 inci. Dengan begitu, kelompok dapat dengan mudah memindah pompa menyesuaikan situasi dan kondisi. “Pemasangan pompa dapat membantu mengairi lahan seluas 15 hektare [ha],” kata Raharjo dihubungi, Minggu (2/6/2024).
Lebih jauh, Raharjo menjelaskan bahwa program pompanisasi pemerintah pusat berhilir pada swasembada padi 2024. Guna mencapai tujuan tersebut, optimalisasi air menjadi salah satu kuncinya.
BACA JUGA: Bantul Beri Bantuan 88 Mesin Pertanian untuk Kelompok Tani
Hanya, optimalisasi itu dilakukan secara kolaboratif. Pasalnya, KT hanya memiliki kewenangan memanfaatkan air di sumber-sumber tertentu yang dapat memenuhi kebutuhan air irigasi skala kecil/rumah tangga tani. Seperti halnya dengan irigasi Simo, Ponjong yang menjadi kewenangan DPUP-ESDM DIY atau irigasi pompa air tanah dalam di Pulutan dan Sayangan yang menjadi kewenangan DPUPRKP Gunungkidul. “Kami hanya membantu sampai tingkat Poktan [KT] yang membutuhkan paling lima hingga sepuluh hektar area itu saja,” katanya.
Pemkab Gunungkidul melalui DPP juga mendukung program akselerasi produksi padi melalui berbagai bantuan seperti cultivator, traktor, dan paddy mower. “Cultivator dan traktor sudah kami distribusikan Maret 2024 kemarin. Kurang paddy mower,” katanya.
Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi juga telah mengatakan Kementan sebenarnya mengalokasikan bantuan pompa air untuk Gunungkidul sebanyak 26 unit. Hanya, penyaluran dilakukan secara bertahap.
Terkait program akselerasi produksi padi, dia mengaku Pemkab Gunungkidul juga mendorong masa panen yang biasanya satu kali dalam setahun menjadi lebih dari satu kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.