Cegah Keracunan MBG, DPRD Bantul Minta SPPG Lengkapi SLHS dan HACCP
DPRD Bantul mewajibkan seluruh SPPG Program Makan Bergizi Gratis mengantongi SLHS. Pemkab juga membentuk Satgas MBG beranggotakan 48 personel untuk memperketat
Sutrisna Wibawa. /Ist-Instagram @sutrisna.wibawa
Harianjogja.com, JOGJA—Dewan Pendidikan DIY merespons fenomena konflik antar pelajar yang kembali marak beberapa waktu belakangan. Rentetan gesekan itu terjadi tak berselang lama satu dengan yang lain di sejumlah wilayah DIY dan menyebabkan beberapa korban luka-luka.
Dimulai dari keributan murid SMK di Umbulharjo, Kota Jogja pada Senin (13/5/2024), kemudian berlanjut ke seorang murid SMP di Kasihan, Bantul yang diserang pada Kamis (30/5/2024), serta aksi kejar-kejaran antar pelajar di Triharjo, Sleman pada Sabtu (1/6/2024) lalu.
Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Sutrisna Wibawa mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan munculnya konflik antar pelajar itu. Menurutnya ada tiga hal yang perlu ditekankan kembali agar fenomena tersebut tak muncul dikemudian hari.
BACA JUGA: Tawuran Pelajar Sleman: Kejar-kejaran hingga Menabrak Pedagang Bakso hingga Tembok Minimarket
Yang pertama, Sutrisna menyatakan perlu adanya penekanan kembali soal pentingnya pendidikan khas Jogja. Program yang sudah diterapkan sejak Januari 2024 lalu ini disebutnya sudah dimulai di sejumlah sekolah mulai dari SD sampai perguruan tinggi.
"Pendidikan khas Jogja ini memuat ajaran nilai seperti pembentukan karakter, kesopanan dan nilai lain. Memang harus diintensifkan ke semua sekolah," jelasnya, Selasa (4/6/2024).
Selanjutnya adalah terkait dengan kohesi atau hubungan sosial antar guru dan murid. Harus ada kerapatan komunikasi dan tindakan antara pendidik dan murid dalam aktivitas pembelajaran. Murid harus dilihat sebagai subjek dalam pelaksanaan pendidikan guna membimbing potensi diri individu.
"Karena setiap murid punya potensi yang berbeda. Tugas guru menuntun anak menemukan potensi itu. Bisa saja murid yang dianggap kerap membuat masalah itu belum menemukan penyempurnaan diri, jati dirinya harus diperkuat ke arah potensi," ujarnya.
Sementara yang ketiga adalah soal tingkat kecerdasan dalam diri manusia. Menurut Sutrisna dalam psikologi dikenal tiga jenis kecerdasan yakni IQ atau kecerdasan intelektual, SQ atau kecerdasan emosional dan SQ kecerdasan spiritual.
Ketiga jenis kecerdasan itu harus dilengkapi pula dengan kecerdasan lain yang pun harus melibatkan guru dalam pembentukan kepribadian murid. Itu disebut dengan kecerdasan ketahanan diri yang membuat pribadi menjadi lebih punya kesadaran agar tidak cepat terpengaruh dengan budaya yang dianggap negatif.
BACA JUGA: Syarat PPDB Sleman Makin Ketat, Calon Peserta Didik Harus Sesuai dengan KK Orang Tua
"Kecerdasan ketahanan diri itu memang harus dibiasakan dan dimulai dari aktivitas dan tindakan yang positif serta sesuai dengan karakter luhur. Bagaimana seseorang itu menghadapi orang lain, saling menghormati dan tidak mudah terpenting emosi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mewajibkan seluruh SPPG Program Makan Bergizi Gratis mengantongi SLHS. Pemkab juga membentuk Satgas MBG beranggotakan 48 personel untuk memperketat
James Trafford resmi bergabung dengan Leeds United dari Manchester City dan menjadi kiper asal Inggris termahal sepanjang sejarah.
KAI menyiapkan roadmap Trans Sumatra, sementara China dan Rusia mulai menjajaki investasi proyek Kereta Trans Kalimantan.
Kementerian PU mematangkan Permen SPM jalan tol. Operator wajib memenuhi standar pelayanan sebelum mendapat penyesuaian tarif.
Polda DIY menyita 13.817 botol miras ilegal dan oplosan dari 443 kasus sepanjang Januari-Juni 2026 demi menjaga kamtibmas.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.