Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Bupati Kustini saat menyapa peserta School Expo Tingkat SD 2024 di Rocket Convention Hall, Rabu (12/6)./ Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Kabupaten Sleman sudah ditetapkan sebagai wilayah paling maju Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Meski demikian, Bupati Kustini Sri Purnomo meminta kualitas Pendidikan di Bumi Sembada bisa terus ditingkatkan.
“Tidak boleh puas dengan apa yang telah dicapai, tapi harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu, kualitas Pendidikan di Sleman harus terus ditingkatkan,” kata Kustini saat menghadiri kegiatan Sleman School Expo jenjang Sekolah Dasar (SD) 2024 di Rocket Convention Hall, Rabu (12/6).
Dia menjelaskan, salah satu upaya memajukan potensi dan kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman dilakukan kerja sama dengan Yayasan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan Indonesia. Diharapkan program ini dapat menjadi sarana pemerataan kualitas pendidikan melalui lingkar daerah belajar.
“Kerja sama ini adalah sebuah komitmen mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Kustini dalam kesempatan ini juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Sleman yang menyelenggarakan school expo jenjang SD di Kabupaten Sleman. Ia menilai kegiatan ini dapat menjadi wahana inspiratif dalam menciptakan metode belajar yang tepat dan efektif bagi siswa.
“School expo dapat menjadi wahana bertukar informasi bagi para guru dan tenaga pendidikan dalam menciptakan kegiatan pembelajaraan yang bermakna, efektif. Di sisi lain, lewat kegiatan ini bisa tetap menyenangkan sehingga dapat meningkatkan prestasi dan kompetensi siswa,” kata Bupati.
BACA JUGA: Lewat Buku, Generasi Muda Diajak Mengenal Makna Cinta
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana dalam laporannya mengatakan, kegiatan school expo jenjang SD untuk mendukung kurikulum Merdeka belajar. Selain itu, juga sekaligus sebagai apresiasi bagi siswa dan guru yang telah menerapkan pembelajaran secara kreatif, inovatif, sehingga dapat meningkatkan prestasi dan kompetensi siswa.
“Para siswa terus dirangsang untuk meningkatkan prestasi yang dimiliki,” katanya.
Ery mengungkapkan, kegiatan expo berlangsung 11-12 Juni 2024. Berbagai kegiatan digelar dalam acara ini mulai dari senam sleman bangkit dan profil pelajar pancasila yang diikuti 2.500 siswa SD se-Kabupaten Sleman. “Ada juga talkshow pendidikan, fashion show, dan pameran stand Pendidikan dan lainnya. Mudah-mudahan kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat positif bagi pengembangan Pendidikan di Sleman,” katanya. .
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta secara resmi membuka penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) Beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September
DPRD Sleman menargetkan penghasilan PPPK, termasuk paruh waktu, dapat mencapai UMR pada 2027. Sebagian tenaga pendidik masih di bawah UMK.
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
Karhutla di kawasan Gunung Bromo berdampak pada 899,35 hektare. Tim gabungan mengerahkan dua helikopter untuk water bombing.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.